● online
- Keris Kalamisani Pamor Udan Mas Ageman Weton Sabtu....
- Keris Megantoro Luk 7 Pamor Wos Wutah Ceprit Tangg....
- Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Istimewa....
- Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram....
- Souvenir Kotak Tisu Kayu Jati Motif Cukit....
- Keris Bethok Omyang Jimbe Pamor Beras Wutah....
- Keris Pusaka Bali Carita Jaler Pamor Beras Wutah....
- Keris Sempono Ageman Weton Jumat Kliwon....
Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing
Rp 3.500.000 Rp 4.250.000| Kode | F173 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh, Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Sangu Tumpeng |
| Pamor | : Kulit Semongko |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Gayaman Solo Kayu Timoho |
| Panjang Bilah | : 35,5 cm |
| Ageman Weton | : Minggu Pahing |
Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing
Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing

Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng
Keris Jalak Sangu Tumpeng mengandung filosofi tentang kecukupan, kelapangan rezeki, dan kerendahan hati. Dapur ini melambangkan sosok manusia yang telah memiliki sangu—bekal lahir dan batin—namun tetap menjaga rasa syukur, tidak silau oleh pencapaian, serta gemar berbagi kepada sesama.
Makna Jalak melambangkan kewaspadaan, kesetiaan, dan kejernihan rasa, mengajarkan pemiliknya agar selalu waspada dalam laku hidup dan setia pada nilai kebenaran. Sangu dimaknai sebagai bekal rezeki sekaligus kekuatan spiritual yang menuntun perjalanan hidup, sementara Tumpeng—nasi berbentuk kerucut—menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta puncak pencapaian spiritual dan materiil yang tetap diarahkan kepada Sang Pencipta.
Lebih dalam, Keris Jalak Sangu Tumpeng mengajarkan laku berserah diri, berhati lurus, dan mengedepankan kebersamaan. Pusaka ini menjadi pengeling-eling bahwa kemapanan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kelapangan hati, kesediaan berbagi, dan kesadaran untuk selalu kembali kepada Gusti.
Keselarasan Pusaka Dengan Weton Kelahiran
Keris Jalak Sangu Tumpeng juga memiliki keselarasan dengan weton Minggu Pahing, yang dikenal berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, serta memiliki dorongan besar untuk mencapai keberhasilan. Energi keris ini menyeimbangkan sifat tersebut dengan ajaran kerendahan hati dan rasa syukur, sehingga pemilik weton Minggu Pahing tidak hanya mencapai kemapanan, tetapi juga mampu menjaga harmoni, ketenteraman batin, dan keberkahan dalam hidupnya.
Dengan demikian, Keris Jalak Sangu Tumpeng bukan sekadar pusaka kecukupan, melainkan tuntunan laku hidup agar setiap pencapaian senantiasa dibingkai oleh syukur, kebijaksanaan, dan kebersamaan.

Keris Era Madiun
Keistimewaan keris era Madiun terletak pada kekuatan spiritual dan aura wingit yang kuat dan terasa dalam diamnya. Keris-keris dari masa ini umumnya tampil sederhana, bahkan terkesan wagu bagi sebagian orang, namun justru di situlah letak kewibawaannya. Kesederhanaan bentuk tersebut menyimpan daya batin yang dalam, fungsional, dan tidak dibuat untuk pamer keindahan semata.
Dari sisi material, keris era Madiun dikenal menggunakan besi khas yang mengikuti zamannya, baik pengaruh Majapahit maupun Mataram, menghasilkan bilah yang terasa berat, kaku, dan padat, mencerminkan karakter ketahanan dan keberanian. Bilah seperti ini memancarkan kesan tegas dan berwibawa, seolah membawa energi keteguhan dan perlindungan bagi pemiliknya.
Secara filosofi, keris Madiun menjadi simbol ketangguhan laku hidup—tidak halus dalam rupa, namun kuat dalam makna. Keris ini diyakini memiliki tuah penjagaan, kewibawaan, dan daya tahan batin yang tinggi, menjadikannya pusaka bertuah yang dihormati, meskipun tidak selalu mudah dipahami oleh mata awam.
SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.
Tags: keistimewaan keris tangguh madiun, keris ageman weton minggu pahing, pusaka keris jalak sangu tumpeng era madiun
Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 78 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Kebo Lajer Pamor Slewah era Tuban Ageman Minggu Pon Keris Kebo Lajer Pamor Slewah Era Tuban, serta weton Minggu Pon menghasilkan kombinasi ageman yang sangat serasi, stabil, dan berenergi bumi yang kuat. Sinergi Energi Bumi (Kebo Lajer & Minggu Pon) Weton Minggu Pon (Watak Laku Ning Pemareng): Orang yang lahir pada Minggu Pon memiliki watak… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Jalak Ngore Ageman Weton Jumat Pahing Pawukuon Magtal Pawukuwon adalah Pawukon adalah: sistem penanggalan tradisional Jawa dan Bali yang bersifat sangat kompleks dan sarat makna filosofis. Sistem ini berputar dalam satu siklus sepanjang 210 hari, yang terdiri dari 30 wuku, dengan masing-masing wuku berlangsung selama 7 hari. Pawukon digunakan untuk menentukan waktu baik dan… selengkapnya
Rp 4.100.000 Rp 5.000.000Brojol Brahma Watu Ageman Senin Legi Keris Brojol Brahma Watu Adalah Ageman Senin Legi,keduanya menghasilkan keselarasan filosofi Jawa yang sangat mendalam. Titik Temu “Brojol” dan Weton “Senin Legi” (Kemurnian & Awal Mula) Dhapur Brojol (Kemurnian & Kelahiran): Nama Brojol berasal dari kata mbrojol (lahir/keluar). Keris berbilah lurus dan sangat simpel ini melambangkan kesucian bayi yang baru lahir,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram Filosofi keris Nogo Sosro berakar dari simbolisme dua unsur penting: Nogo yang berarti naga, lambang kekuatan agung penjaga alam semesta, dan Sosro yang bermakna seribu, yakni perlambang penolak seribu bencana. Dalam tradisi Jawa, naga merupakan simbol pelindung, energi kosmis, dan penjaga keseimbangan. Maka, keris Nogo Sosro dipandang sebagai… selengkapnya
Rp 75.000.000 Rp 81.777.000Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk merupakan pusaka yang melambangkan kecerdasan, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Dhapur Carubuk dikenal memiliki filosofi tentang keseimbangan antara pikiran, hati, dan tindakan. Pusaka ini menjadi simbol pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin,… selengkapnya
Rp 6.500.000Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon Keris Tilam upih Keris Tilam Upih melambangkan ketenteraman batin, keharmonisan rumah tangga, dan kesederhanaan hidup. Dapur ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berawal dari hati yang tenang, keluarga yang rukun, serta kemampuan menerima hidup apa adanya dengan rasa syukur. Makna Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah/selubung)… selengkapnya
Rp 3.000.000 Rp 3.555.000Jalak Tilam Sari Pamor Rajah Ageman Senin Pahing filosofi Jalak Tilam Sari Pamor Rajah Ageman Senin Pahing Filosofi Keris Jalak Tilam Sari Pamor Rajah sebagai Ageman Weton Senin Pahing melambangkan keselarasan antara ketenteraman rumah tangga, perlindungan spiritual, dan pengendalian karakter lahiriah. Kombinasi dari unsur dhapur (bentuk), pamor (motif), serta weton kelahiran ini menciptakan satu kesatuan… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh Era Pajajaran Filosofi Keris Carita GenenganCarita Genengan berasal dari kata Carita yang berarti lakon atau rangkaian perjalanan hidup, serta Genengan yang merujuk pada Gunungan dalam pewayangan—simbol jagad raya sekaligus perjalanan spiritual manusia. Keris ini melambangkan bahwa setiap insan menjalani kisah hidupnya masing-masing, dengan peran, ujian, dan pilihan yang… selengkapnya
Rp 3.000.000 Rp 3.555.000Keris Sempono Ageman Weton Jumat Kliwon filosofi ketenangan jiwa, karisma kepemimpinan, dan pencapaian spiritual. Nama “Sempono” berasal dari kata Supeno yang berarti impian, visi, atau cita-cita luhur. Sementara jumlah luk 9 dalam kosmologi Jawa melambangkan kesempurnaan duniawi, kemapanan karismatik, serta tahapan tertinggi sebelum manusia berfokus penuh pada Sang Pencipta. Berikut adalah deskripsi filosofi mendalam dari… selengkapnya
Rp 4.500.000Pusaka Keris Pasopati Pamor Uler Lulut Pamor Uler Lulut Filosofi pamor Uler Lulut melambangkan kekuatan penakluk, kewibawaan, dan keluwesan dalam pergaulan. Dalam bahasa Jawa, uler lulut berarti ular yang jinak, sebuah simbol kemampuan untuk menundukkan lawan, meredam konflik, serta mengendalikan situasi dengan tenang namun penuh kewibawaan. Pamor ini juga menggambarkan kemampuan seorang pemimpin untuk membuat… selengkapnya
Rp 17.500.000 Rp 20.000.000







YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.