Beranda » Keris Sepuh » Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing
click image to preview activate zoom
Diskon
18%

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing

Rp 3.500.000 Rp 4.250.000
Hemat Rp 750.000
KodeF173
Stok Habis
Kategori Keris Sepuh, Keris Weton Kelahiran
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng
Pamor : Kulit Semongko
Tangguh : Madiun
Warangka : Gayaman Solo Kayu Timoho
Panjang Bilah : 35,5 cm
Ageman Weton : Minggu Pahing
Tentukan pilihan yang tersedia!
OUT OF STOCK
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing

Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng
Keris Jalak Sangu Tumpeng mengandung filosofi tentang kecukupan, kelapangan rezeki, dan kerendahan hati. Dapur ini melambangkan sosok manusia yang telah memiliki sangu—bekal lahir dan batin—namun tetap menjaga rasa syukur, tidak silau oleh pencapaian, serta gemar berbagi kepada sesama.

Makna Jalak melambangkan kewaspadaan, kesetiaan, dan kejernihan rasa, mengajarkan pemiliknya agar selalu waspada dalam laku hidup dan setia pada nilai kebenaran. Sangu dimaknai sebagai bekal rezeki sekaligus kekuatan spiritual yang menuntun perjalanan hidup, sementara Tumpeng—nasi berbentuk kerucut—menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta puncak pencapaian spiritual dan materiil yang tetap diarahkan kepada Sang Pencipta.

Lebih dalam, Keris Jalak Sangu Tumpeng mengajarkan laku berserah diri, berhati lurus, dan mengedepankan kebersamaan. Pusaka ini menjadi pengeling-eling bahwa kemapanan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kelapangan hati, kesediaan berbagi, dan kesadaran untuk selalu kembali kepada Gusti.

Keselarasan Pusaka Dengan Weton Kelahiran

Keris Jalak Sangu Tumpeng juga memiliki keselarasan dengan weton Minggu Pahing, yang dikenal berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, serta memiliki dorongan besar untuk mencapai keberhasilan. Energi keris ini menyeimbangkan sifat tersebut dengan ajaran kerendahan hati dan rasa syukur, sehingga pemilik weton Minggu Pahing tidak hanya mencapai kemapanan, tetapi juga mampu menjaga harmoni, ketenteraman batin, dan keberkahan dalam hidupnya.

Dengan demikian, Keris Jalak Sangu Tumpeng bukan sekadar pusaka kecukupan, melainkan tuntunan laku hidup agar setiap pencapaian senantiasa dibingkai oleh syukur, kebijaksanaan, dan kebersamaan.

Keris Era Madiun

Keistimewaan keris era Madiun terletak pada kekuatan spiritual dan aura wingit yang kuat dan terasa dalam diamnya. Keris-keris dari masa ini umumnya tampil sederhana, bahkan terkesan wagu bagi sebagian orang, namun justru di situlah letak kewibawaannya. Kesederhanaan bentuk tersebut menyimpan daya batin yang dalam, fungsional, dan tidak dibuat untuk pamer keindahan semata.

Dari sisi material, keris era Madiun dikenal menggunakan besi khas yang mengikuti zamannya, baik pengaruh Majapahit maupun Mataram, menghasilkan bilah yang terasa berat, kaku, dan padat, mencerminkan karakter ketahanan dan keberanian. Bilah seperti ini memancarkan kesan tegas dan berwibawa, seolah membawa energi keteguhan dan perlindungan bagi pemiliknya.

Secara filosofi, keris Madiun menjadi simbol ketangguhan laku hidup—tidak halus dalam rupa, namun kuat dalam makna. Keris ini diyakini memiliki tuah penjagaan, kewibawaan, dan daya tahan batin yang tinggi, menjadikannya pusaka bertuah yang dihormati, meskipun tidak selalu mudah dipahami oleh mata awam.

SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.

Tags: , ,

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 51 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout