● online
- Keris Gumbeng Ageman Weton Selasa Wage....
- Tongkat Kepala Naga....
- Keris Sabuk Inten Senopaten Selaras Dengan Weton R....
- Keris Brojol Ageman Weton Seloso Pahing....
- Keris Brojol Pancuran Emas Ageman Senin Pahing....
- Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu....
- Keris Sengkelat Kulit Semangka Ageman Weton Jumat ....
- Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa P....
Keris Pulanggeni Pamor Kulit Semongko Era Pajajaran
Rp 2.310.000 Rp 2.700.000| Kode | TM01 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Sepuh, Pamor Keris |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pulanggeni |
| Pamor | : Kulit Semongko |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Solo Kayu Timoho |
Keris Pulanggeni Pamor Kulit Semongko Era Pajajaran
Keris Pulanggeni Pamor Kulit Semongko Era Pajajaran

Filosofi Keris Pulanggeni
Filosofi keris Pulanggeni menggambarkan ketulusan, kebaikan hati, dan nama baik yang hidup jauh melampaui kehidupan pemiliknya.
Kata “pulanggeni” merujuk pada dupa atau kemenyan—aroma suci yang perlahan naik ke angkasa dan menyebarkan keharuman ke segala arah. Wangi yang tak terlihat namun dirasakan, menjadi simbol bahwa perbuatan baik pun memiliki sifat serupa: tidak selalu tampak, tetapi meninggalkan jejak yang abadi dalam ingatan dan hati banyak orang.
Keris Pulanggeni kerap dimiliki oleh para pahlawan dan pejuang. Hal ini mencerminkan maknanya sebagai pusaka yang menjiwai perjuangan yang tulus, pengabdian tanpa pamrih, dan dedikasi untuk kebaikan bersama. Ia adalah lambang tentang bagaimana seseorang dapat hidup mulia—dan dikenang karena kebaikannya—bahkan setelah raganya tiada.

Pamor Kulit Semongko
Pamor Kulit Semangka (pamor ngulit semangka) pada keris melambangkan kemakmuran, optimisme, dan keluwesan hidup. Motif pamor yang menyerupai tekstur kulit semangka ini dipercaya membawa energi positif bagi pemiliknya: menghadirkan kelimpahan rezeki, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menuntun pada kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting.
Selain itu, pamor ini juga menjadi simbol kemampuan beradaptasi. Layaknya pola semangka yang alami dan fleksibel, pemilik keris berpamor Kulit Semangka dipercaya lebih mudah menyesuaikan diri dalam berbagai lingkungan dan pergaulan, sehingga hubungan yang terjalin pun menjadi lebih harmonis dan menguntungkan.
Pamor ini bukan hanya hiasan, tetapi pengingat tentang bagaimana keluwesan, kebijaksanaan, dan niat baik dapat membuka pintu rezeki serta memperluas jalan hidup seseorang.
Satrova Culture
Satrova menjadi jembatan antara generasi, memperkenalkan pusaka, keris, dan tradisi Nusantara melalui edukasi dan pelestarian. Karena budaya yang dipahami akan dihormati, dan budaya yang dihormati akan terus hidup.
Tags: filosofi keris pulanggeni, keris pulanggeni sepuh, pusaka ageman para raja
Keris Pulanggeni Pamor Kulit Semongko Era Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 88 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Kebo Kantong Ageman Weton Kamis Kliwon Keris Dhapur Kebo Kantong yang dipasangkan sebagai untuk weton Kamis Kliwon adalah salah satu kombinasi spiritual Jawa yang paling selaras, kokoh, dan berenergi besar dalam hal kemakmuran, kemandirian, serta penyimpanan rezeki. Paduan ini mempertemukan esensi etos kerja keras yang tangguh, kesiapan wadah rezeki yang luas, serta karakter weton… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Brojol Ageman Weton Seloso Pahing Keris Brojol Ageman Weton Seloso Pahing Keris Brojol dikenal sebagai salah satu bentuk keris yang memiliki filosofi kesederhanaan, kelancaran, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Bentuknya yang sederhana menjadi perlambang bahwa seseorang tidak perlu berlebihan dalam mengejar kehidupan, tetapi harus mampu menjaga hati, pikiran, dan perilaku agar tetap berada di… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Jalak Tilam Sari Pamor Lar Gangsir Karya Empu Modern Empu Keris Di Era Modern Di era modern, empu keris tetap memegang peranan penting sebagai penjaga dan pelestari warisan budaya Nusantara, khususnya keris sebagai adiluhung budaya Indonesia. Meskipun zaman telah berubah dan teknologi berkembang pesat, para empu masa kini terus berkarya dengan memadukan pakem tradisi… selengkapnya
Rp 3.555.000 Rp 4.100.000Keris Brojol Pamor Banyu Mili Ageman Weton Kamis Pon Keris Brojol Pamor Banyu Mili merupakan perpaduan antara bentuk bilah yang sederhana dan pola pamor yang melambangkan kelancaran rezeki. 1. Dhapur Brojol Bentuk: Keris ini memiliki bilah lurus (tanpa luk) dengan tampilan yang sangat sederhana. Filosofi: Nama “Brojol” berkaitan dengan kemampuan untuk keluar atau lahir dengan selamat (mbrojol)…. selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Jalak Tilam Pamor Segoro Muncar Tangguh PB IX Godong Pohong Apa Itu Pusaka Ageman? Pusaka Ageman adalah istilah dalam tradisi Jawa yang merujuk pada pusaka yang berfungsi sebagai “pakaian diri” atau kelengkapan batin, seperti keris, tombak, dan pusaka lainnya. Kata ageman sendiri berarti pakaian atau sesuatu yang dikenakan, namun dalam makna yang lebih dalam,… selengkapnya
Rp 12.333.000 Rp 16.000.000Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi Keris Tilam Upih Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi yang dimaknai sebagai simbol rumah tangga. Karena itu, keris ini banyak dikaitkan dengan seseorang yang sudah berkeluarga. Mengapa demikian? Karena sebuah keluarga yang bahagia bukan hanya tentang memiliki… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Megantoro Kinatah Emas Pamor Wos Wutah Filosofi keris Megantoro berasal dari dua kata: Mega yang berarti awan atau angkasa raya, dan Antara yang bermakna keluasaan tanpa batas—ibarat tabir yang menyibak jalan menuju keagungan. Maka, pemilik keris ini diajarkan untuk memiliki hati yang lapang, jiwa yang luas, serta kebijaksanaan sebesar bentang langit. Keris Megantoro juga… selengkapnya
Rp 35.000.000Jenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho
Rp 14.400.000Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram Filosofi keris Nogo Sosro berakar dari simbolisme dua unsur penting: Nogo yang berarti naga, lambang kekuatan agung penjaga alam semesta, dan Sosro yang bermakna seribu, yakni perlambang penolak seribu bencana. Dalam tradisi Jawa, naga merupakan simbol pelindung, energi kosmis, dan penjaga keseimbangan. Maka, keris Nogo Sosro dipandang sebagai… selengkapnya
Rp 75.000.000 Rp 81.777.000Keris Jalak Tilam Pamor Rajah Tangguh Tuban Mojopahit Asal Usul RAJAH Jauh sebelum mengenal wifq dan Jimat dalam tradisi melayu dan Islam, berbagai kebudayaan Nusantara telah memiliki simbol-simbol perlindungan yang diwariskan ribuan tahun lampau. salah satunya adalah tato tradisional Mentawai, jejak kuno yang bukan hanya hiasan pada kulit, tetapi penanda identitas, spiritualitas, dan hubungan suci… selengkapnya
Rp 15.000.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.