● online
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahi....
- Keris Buto Ijo Pamor Ceprit Tangguh Majapahit Sepu....
- Keris Carubuk Pamor Triman Toyo Mambek Tangguh Maj....
- Keris Bandotan Ageman Senin Wage....
- Kebo Lajer Pamor Slewah era Tuban Ageman Minggu Po....
- Keris Brojol Pamor Bendho Segodo Tangguh Madura Ko....
- Keris Megantoro Luk 7 Pamor Wos Wutah Ceprit Tangg....
- Keris Jalak Ngore Pamor Wos Wutah Era Mataram Aman....
Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Muncar
Rp 33.555.000 Rp 36.000.000| Kode | GT011 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Kinatah, Keris Sepuh, Keris Weton Kelahiran, Masterpiece |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Pasopati (Kinatah Emas) |
| Pamor | : Segoro Muncar |
| Tangguh | : Hamengkubuwono V |
| Warangka | : Branggah Jogja Kayu Tinoho |
Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Muncar
Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Muncar

Keris ini memiliki keindahan yang memikat sejak pertama kali dipandang. Dari rancang bangun, pamor, dan bilahnya menghadirkan perpaduan harmoni yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga memancarkan wibawa dan keteduhan. Keanggunannya menjadikan keris ini layak dijadikan ageman bagi mereka yang memahami nilai-nilai filosofis di balik sebuah pusaka.
Secara keselarasan, keris ini sangat cocok bagi pemilik weton kelahiran Senin Kliwon atau Rabu Pahing. Dua weton tersebut dikenal memiliki karakter kuat, insting tajam, dan energi kepemimpinan yang natural. Dengan mengenakan keris ini sebagai ageman, pemilik weton tersebut dipercaya akan mendapatkan keseimbangan lahir batin, keteguhan dalam mengambil keputusan, serta daya perlindungan yang selaras dengan perjalanan hidupnya. Keris ini bukan sekadar benda pusaka, tetapi sahabat spiritual yang meneguhkan langkah pemiliknya menuju tujuan yang lebih tinggi.

Filosofi keris Pasopati
Pusaka ini berpusat pada nilai kepemimpinan, perjuangan, dan kesetiaan yang tidak mudah tergoyahkan. Bentuk bilahnya yang lurus tanpa lekukan melambangkan pendirian yang teguh, komitmen yang konsisten, serta ketegasan dalam menjalani arah hidup. Ia menjadi simbol bahwa seorang pemimpin sejati harus mampu berdiri tegak di tengah berbagai ujian, tetap jujur, dan tidak mudah dibelokkan oleh godaan.
Secara spiritual, keris Pasopati dimaknai sebagai lambang penaklukan sifat kehewanan, yakni proses penyucian diri dan perjuangan batin untuk menundukkan hawa nafsu. Dalam filosofi Jawa, hal ini dipandang sebagai jihad diri—perjuangan tertinggi yang harus dilakukan manusia agar mampu mencapai kematangan jiwa, kebijaksanaan, dan ketenangan dalam menentukan setiap langkah. Dengan demikian, Pasopati bukan hanya sebuah pusaka, melainkan pengingat akan disiplin diri, kemurnian niat, dan kekuatan moral yang selalu harus dijaga.

Pamor Segoro Muncar
Filosofi pamor Segoro Muncar dalam dunia perkerisan melambangkan kemudahan rezeki, keluwesan dalam pergaulan, perluasan hubungan sosial, serta keselamatan bagi pemiliknya. Secara harfiah, Segoro Muncar berarti laut yang mengalir atau meluap, menggambarkan energi kelimpahan yang terus bergerak, tidak pernah berhenti, dan selalu memberi kehidupan.
Secara simbolis, pamor ini mengajarkan bahwa rezeki yang luas dan mengalir bukan hanya datang dari keberuntungan, tetapi dari usaha, ketekunan, dan keberanian memperluas jaringan. Seperti lautan yang tak terbatas, hubungan yang baik dan sikap terbuka kepada sesama akan membuka pintu-pintu kemudahan. Dengan pamor Segoro Muncar, seorang pemilik diingatkan untuk selalu bergerak, mengalir, dan membuka diri, sehingga rezeki dan keselamatan senantiasa menyertainya sebagaimana laut yang tak pernah kering.

Tags: keris kinatah emas, keris pasopati, keselarasan keris pasopati dengan weton kelahiran, Pusaka Ageman weton senin kliwon
Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Muncar
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 69 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sempono Pamor Banyu Mili Era Pajajaran Sepuh Filosofi Keris Sempono (Sempana) Filosofi Keris Sempono berakar pada makna Supeno—visi, harapan, dan cita-cita luhur. Ia melambangkan dorongan batin manusia untuk senantiasa menuju kesempurnaan hidup melalui proses perbaikan diri yang berkelanjutan. Keris ini mengajarkan kebijaksanaan yang lahir dari introspeksi, kesabaran, serta ketekunan dalam menghadapi perjalanan hidup. Seperti… selengkapnya
Rp 3.300.000 Rp 4.155.000Brojol Brahma Watu Ageman Senin Legi Keris Brojol Brahma Watu Adalah Ageman Senin Legi,keduanya menghasilkan keselarasan filosofi Jawa yang sangat mendalam. Titik Temu “Brojol” dan Weton “Senin Legi” (Kemurnian & Awal Mula) Dhapur Brojol (Kemurnian & Kelahiran): Nama Brojol berasal dari kata mbrojol (lahir/keluar). Keris berbilah lurus dan sangat simpel ini melambangkan kesucian bayi yang baru lahir,… selengkapnya
Rp 3.500.000Ageman Minggu Legi Keris Korowelang Luk 13 Pamor Pancuran Mas Yasan Enggal Keris Korowelang Luk 13 Keris Korowelang memiliki keselarasan yang kuat dengan weton kelahiran Minggu Legi karena kesamaan nilai filosofis, watak, dan pesan spiritual yang dikandung keduanya. Weton Minggu Legi memadukan unsur Minggu (Radite) yang melambangkan kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab, dengan unsur Legi… selengkapnya
Rp 2.555.000 Rp 3.000.000Keris Kebo Kantong Ageman Wuku Sinta Keris Dhapur Kebo Kantong menghasilkan kombinasi filosofi spiritual Jawa yang sangat kuat, khususnya dalam hal fondasi kepemimpinan, kemakmuran, serta keseimbangan hidup. [1, 2] Dalam tradisi tosan aji (persenjataan tradisional), mencocokkan wuku kelahiran seseorang atau siklus waktu dengan dhapur (bentuk) keris tertentu dipercaya dapat memperkuat energi positif pemiliknya. Berikut 1…. selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Sengkelat Kulit Semangka Ageman Weton Jumat Pon Keris Sengkelat Kulit Semangka Ageman Weton Jumat Pon Kombinasi Keris Sengkelat dengan Pamor Kulit Semangka untuk pemilik Weton Jumat Pon pada tahun 2026 merupakan perpaduan yang sangat harmonis antara wibawa kepemimpinan dan keluwesan sosial. Berikut adalah analisis filosofis dan kecocokannya sebagai ageman: . Karakter Weton Jumat Pon Pemilik weton Jumat Pon memiliki Neptu 13. Berdasarkan primbon,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Gumbeng Ageman Weton Selasa Wage Keris Gumbeng merupakan pusaka yang mencerminkan keteguhan hati, kesederhanaan, serta kekuatan batin dalam menjalani setiap fase kehidupan. Dalam khazanah perkerisan Jawa, Dhapur Gumbeng dikenal memiliki karakter yang tenang namun berwibawa, melambangkan pribadi yang tidak mudah goyah oleh keadaan dan mampu menghadapi setiap tantangan dengan penuh kesabaran serta kebijaksanaan. Bentuknya… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahing Filosofi Keris Jalak Sangu TumpengKeris Jalak Sangu Tumpeng mengandung filosofi tentang kecukupan, kelapangan rezeki, dan kerendahan hati. Dapur ini melambangkan sosok manusia yang telah memiliki sangu—bekal lahir dan batin—namun tetap menjaga rasa syukur, tidak silau oleh pencapaian, serta gemar berbagi kepada sesama. Makna Jalak melambangkan kewaspadaan, kesetiaan,… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 4.250.000Keris Panji Pengantin Pamor Keleng Sepuh Langka Berwibawa Dhapur Langka Keris Panji Penganten melambangkan keharmonisan dan kelanggengan rumah tangga. Dhapur yang langka ini membawa doa untuk kebahagiaan, kemakmuran, dan kesetiaan dalam kehidupan pernikahan. Secara simbolis, Panji Penganten mengajarkan nilai-nilai kekompakan, saling mencintai, menghormati, serta saling melengkapi antara suami dan istri. Sebuah pusaka yang menjadi pengingat… selengkapnya
Rp 10.300.000 Rp 11.700.000Keris Singo Barong luk 7 Pamor Segoro Muncar Kinatah Kuningan Ageman Keris Singo Barong Filosofi keris Singo Barong erat kaitannya dengan nilai-nilai kepemimpinan luhur, kekuatan batin, keberanian, serta kewibawaan yang agung, diibaratkan seperti sosok singa jantan, raja rimba yang disegani. Keris ini menjadi simbol wibawa alami, ketegasan sikap, dan keberanian dalam mengambil keputusan, bukan dengan… selengkapnya
Rp 4.555.000 Rp 5.000.000Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu Kliwon Konon, dalam tafsir primbon Jawa ada empat weton yang dikenal memiliki kecenderungan bertindak sembrono, dan mudah gegabah dalam mengambil keputusan. Yaitu Sabtu Pahing, Selasa Wage, Rabu Pon, dan Minggu Kliwon. Lalu, mengapa para empu justru menghadirkan Pamor Singkir pada Keris Tilam Upih? Apakah hanya sebagai hiasan,… selengkapnya
Rp 3.800.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.