● online
- Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Istimewa....
- Jam Kayu Bentuk Sepeda....
- Keris Pandawa Lare Pamor Lintang Kemukus Yasan Eng....
- Asesoris Mendak Keris Pakem Jogjakarta Bejen....
- Kotak Pensil Kropak Motif Cukit Jepara Kayu Jati....
- Keris Sempaner Ageman Weton Selasa Legi Pamor Sing....
- Keris Sabuk Inten Pamor Ron Genduru Kinatah Panji ....
- Pusaka Keris Mahesa Lajer Pamor Dwi Warna Kul Bunt....
Pusaka Pedang Sabet Pamor Kulit Semongko Tangguh Mataram
Rp 1.850.000 Rp 2.500.000| Kode | GT066 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Pedang |
| Jenis | : Pedang |
| Dhapur | : Pedang Sabet |
| Pamor | : Kulit Semongko |
| Tangguh | : Mataram |
| Panjang Bilah | : 45 cm |
Pusaka Pedang Sabet Pamor Kulit Semongko Tangguh Mataram
Pusaka Pedang Sabet Pamor Kulit Semongko Tangguh Mataram

Pusaka Pedang Sabet
Pedang sabet (saber) adalah senjata dengan bilah melengkung yang sejak lama dikenal sebagai senjata utama pasukan berkuda. Bentuknya yang melengkung tidak tercipta tanpa alasan; ia dirancang untuk menghasilkan tebasan cepat, ringan, dan mematikan tanpa harus menghentikan laju kuda. Karena itu, filosofi utama pedang sabet menekankan kecepatan, ketangkasan, dan ketepatan dalam bertindak bertindak cepat, namun tetap terarah.
Dalam makna simbolik, pedang sabet melambangkan kekuatan dan keberanian, tetapi bukan kekerasan yang membabi buta. Senjata ini adalah simbol perlindungan dan penegakan keadilan, digunakan untuk menjaga wilayah, rakyat, dan kehormatan. Setiap ayunan sabet mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada amarah, melainkan pada kendali diri dan keteguhan hati.
Filosofi ini sejalan dengan makna pedang Zulfikar, yang dikenal sebagai simbol pembeda antara hak dan batil. Sama seperti Zulfikar, pedang sabet tidak dimaknai sebagai alat penindasan, melainkan sebagai alat penegas kebenaran—digunakan ketika keadilan harus ditegakkan dan keburukan tidak bisa dibiarkan.
Jejak Cerita hingga Hadir di Tanah Jawa
Dalam perjalanan sejarah, pedang melengkung dikenal luas di berbagai peradaban dari Timur Tengah, Asia Tengah, hingga Asia Selatan—seiring dengan berkembangnya pasukan berkuda dan jalur perdagangan. Melalui hubungan dagang, penyebaran agama, dan interaksi militer, gagasan tentang pedang melengkung ini perlahan sampai ke Nusantara.
Di Jawa, konsep pedang sabet kemudian tidak ditiru mentah-mentah, tetapi diolah sesuai dengan rasa dan falsafah Jawa. Para empu Jawa mengadaptasi bentuk bilah melengkung tersebut dengan memperhatikan keseimbangan, estetika, dan nilai spiritual. Lahirlah pedang sabet bergaya Jawa, yang tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga sebagai lambang keteguhan diri, kewaspadaan, dan tanggung jawab moral.
Dalam tradisi Jawa, senjata selalu dipandang sebagai perpanjangan dari batin pemiliknya. Pedang sabet pun dimaknai sebagai pengingat agar seseorang bersikap tegas namun tidak kasar, berani namun tetap berlandaskan nurani. Lengkungan bilahnya melambangkan keluwesan dalam menghadapi hidup, sementara ketajamannya mengajarkan kejelasan sikap dalam membedakan yang benar dan yang salah.

Satrova Culture
SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.
Tags: filosofi pedang di jawa, pedang sabet pamor kulit semongko, Sejarah pedang sabet di nusantara
Pusaka Pedang Sabet Pamor Kulit Semongko Tangguh Mataram
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 53 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Bethok Omyang Jimbe Pamor Beras Wutah Dhapur Omyang Jimpe Omyang Jimbe merupakan simbol keselarasan antara usaha dan hasil, sekaligus lambang keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Keris ini dipercaya membawa energi keteguhan, kekokohan, dan kemakmuran, serta sering dikaitkan dengan mitos mengenai kesuburan dan keberuntungan. Keunikan paling menonjol terletak pada bentuknya, khususnya ukiran dua sosok pandita (putut… selengkapnya
Rp 3.555.000 Rp 4.100.000Pusaka Keris Mahesa Lajer Pamor Dwi Warna Kul Buntet Beras Wutah Mahesa Lajer Filosofi keris Mahesa Lajer (Kerbau Lajer) melambangkan ketangguhan, etos kerja, dan kemakmuran.Nama dan bentuknya terinspirasi dari kerbau jantan yang kuat, hewan pekerja yang setia membelah tanah sawah demi keberlangsungan hidup keluarga. Dari sosok itulah lahir makna bahwa pemilik keris Mahesa Lajer diharapkan… selengkapnya
Rp 1.880.000 Rp 2.300.000Pusaka Keris Sabuk Inten Era Mataram Sri Manganti Kuno TUS Dhapur Keris Sabuk Inten Luk 11 Keris Sabuk Inten memuat ajaran tentang kemuliaan hidup yang lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaan. Nama “Sabuk” melambangkan usaha dan tekad—sebuah gambaran tentang seseorang yang “mengencangkan ikat pinggang” untuk berjuang, bersungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah. Sementara “Inten” (intan)… selengkapnya
Rp 6.700.000 Rp 7.255.000Keris Jalak Tilam Pamor Segoro Muncar Tangguh PB IX Godong Pohong Apa Itu Pusaka Ageman? Pusaka Ageman adalah istilah dalam tradisi Jawa yang merujuk pada pusaka yang berfungsi sebagai “pakaian diri” atau kelengkapan batin, seperti keris, tombak, dan pusaka lainnya. Kata ageman sendiri berarti pakaian atau sesuatu yang dikenakan, namun dalam makna yang lebih dalam,… selengkapnya
Rp 12.333.000 Rp 16.000.000Jual Asesoris Mendak Solo Bahan Kuningan Jual Mendak Keris Solo – Bahan Kuningan Kami menyediakan Mendak Keris Solo berbahan kuningan berkualitas, aksesoris pelengkap keris yang menghadirkan tampilan klasik, elegan, dan berwibawa. Model pakem Surakarta dengan bentuk yang proporsional, halus, dan tidak berlebihan, cocok untuk berbagai jenis keris gaya Mataram–Solo.
Rp 37.500 Rp 55.000Pusaka Keris Putut Sajen Jumbo Pamor Batu Lapak Putut Sajen Filosofi Keris Putut Sajen: Cikal Bakal Pusaka Nusantara yang Sarat Makna Spiritual Keris Putut Sajen dikenal sebagai salah satu bentuk keris paling tua dalam perkembangan budaya Nusantara. Pusaka ini sering disebut sebagai prototipe atau cikal bakal dari berbagai bentuk keris modern yang kita kenal saat… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 7.100.000Keris Brojol Pancuran Emas Ageman Senin Pahing Keris Brojol Pancuran Emas Ageman Senin Pahing Keris ini merupakan pusaka yang sarat dengan filosofi kemudahan, kelancaran rezeki, serta perjalanan hidup yang penuh harapan baik. Dapur Brojol melambangkan kesederhanaan, kemurnian niat, dan kelancaran dalam mencapai tujuan hidup. Sementara Pancuran Emas merupakan simbol berkah, kemakmuran, kemuliaan, dan rezeki yang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Carubuk Pamor Triman Toyo Mambek Tangguh Majapahit Keris Carubuk Luk 7 Filosofi Keris Carubuk Luk 7 adalah simbol dari kesabaran dan penerimaan garis Tuhan. mengajarkan pemilik keris untuk hidup seperti Bumi yang menerima segala sesuatunya tanpa rasa mengeluh, serta terus berjuang dengan membawa kesabaran dan rasa syukurnya. Keris Carubuk Dengan Weton Kelahiran Orang jawa… selengkapnya
Rp 6.100.000 Rp 7.300.000Ageman Minggu Legi Keris Korowelang Luk 13 Pamor Pancuran Mas Yasan Enggal Keris Korowelang Luk 13 Keris Korowelang memiliki keselarasan yang kuat dengan weton kelahiran Minggu Legi karena kesamaan nilai filosofis, watak, dan pesan spiritual yang dikandung keduanya. Weton Minggu Legi memadukan unsur Minggu (Radite) yang melambangkan kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab, dengan unsur Legi… selengkapnya
Rp 2.555.000 Rp 3.000.000Asesoris Mendak Selut Hias Zirkon Mendak Selut merupakan salah satu aksesori penting dalam kelengkapan keris pusaka Jawa yang berfungsi sebagai cincin logam penghias di pangkal keris, tepatnya di antara gonjo dan gagang. Keberadaannya tidak hanya memperindah tampilan keris, tetapi juga memperkuat kesan elegan, gagah, dan berwibawa, sehingga keris tampil lebih utuh dan bernilai. Dibuat dari… selengkapnya
Rp 125.000 Rp 170.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.