● online
- Tilam Upih Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Sabtu K....
- Maestro Keris Sengkelat Pamor Pendaringan Kebak Ta....
- Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Wos Wutah Tangguh Mat....
- Keris Peninggalan Kerajaan Cirebon Dhapur Carubuk ....
- Keris Brojol Pamor Kendit Tangguh Pajajaran....
- Tempat Alquran/Rekal....
- Kotak Tempat Perhiasan Kayu Jati Motif Ukir....
- Tongkat Kepala Naga....
Keris Carang Soka Luk7 Pamor Beras Wutah Tangguh Demak
Rp 2.300.000 Rp 2.750.000| Kode | TM06 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Kuno, Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Luk 7 |
| Dhapur | : Carangsoka |
| Pamor | : Beras Wutah |
| Tangguh | : Mataram Demak |
| Warangka | : Gayaman Jogja |
Keris Carang Soka Luk7 Pamor Beras Wutah Tangguh Demak
Keris Carang Soka Luk7 Pamor Beras Wutah Tangguh Demak

Keris Carang Soka
Filosofi Carang Soka Luk 7 merupakan perpaduan makna antara dhapur Carang Soka “ranting yang bersedih” dan angka luk 7 (pitu) yang sarat nilai pitulungan, pituduh, dan pitutur.
Carang Soka menggambarkan ranting yang tetap bertahan meski dilanda duka, sebuah simbol keteguhan hidup yang terus tumbuh walau diterpa kesedihan dan musibah. Dari bentuk ini lahir pesan spiritual tentang kekuatan untuk bangkit, kemampuan menyembuhkan diri, serta ketabahan dalam menjalani proses kehidupan.
Sementara itu, angka Luk 7 membawa makna pitu:
-
Pitulungan — memohon pertolongan ilahi,
-
Pituduh — memohon petunjuk jalan yang benar,
-
Pitutur — memohon ajaran dan kebijaksanaan.
Perpaduan keduanya menciptakan keris dengan makna batin yang sangat dalam. Keris Carang Soka Luk 7 diyakini sebagai simbol harapan, pedoman spiritual, dan kekuatan batin. Ia mengingatkan bahwa setiap duka dapat menjadi awal kebangkitan, dan setiap langkah kehidupan akan lebih terang bila disertai pertolongan, petunjuk, dan pitutur dari Yang Maha Kuasa.
Pada akhirnya, keris ini menjadi lambang perjalanan jiwa—dari kesedihan menuju kebahagiaan—dengan bekal kesabaran, kearifan, dan spiritualitas yang teguh.
Keselarasan Pusaka Dengan Weton Kelahiran
Orang Jawa pada masa lalu meyakini bahwa setiap kelahiran membawa karakter, watak, dan gelombang energi yang berbeda-beda. Melalui perhitungan wuku dan neptu, ditentukan keselarasan antara hari kelahiran seseorang dengan pusaka keris tertentu, agar pemilik dan pusaka saling mendukung, selaras, dan memperkuat tuah masing-masing.
Dalam tradisi ini, keris Carang Soka Luk 7 dipercaya memiliki kecocokan khusus dengan kelahiran Selasa Legi dan Sabtu Kliwon, terutama yang jatuh pada Wuku Warigalit.
Wuku Warigalit dikenal membawa karakter keteguhan, kecerdikan, dan kemampuan bangkit dari kesulitan—selaras dengan makna Carang Soka sebagai “ranting yang bersedih namun tetap tumbuh”, serta Luk 7 yang mencerminkan pitulungan, pituduh, dan pitutur.
Keselarasan ini diyakini mampu memperkuat perjalanan hidup pemiliknya: menghadirkan perlindungan, kejernihan batin, dan tuntunan spiritual dalam menghadapi suka maupun duka.

Satrova menjadi jembatan antara generasi, memperkenalkan pusaka, keris, dan tradisi Nusantara melalui edukasi dan pelestarian. Karena budaya yang dipahami akan dihormati, dan budaya yang dihormati akan terus hidup.
Tags: Ageman weton selasa legi, keris carangsoka luk 7, keris carangsoka selaras dengan weton sabtu kliwon
Keris Carang Soka Luk7 Pamor Beras Wutah Tangguh Demak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 46 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Jalak Sumelang Gandring Ageman Wuku Landep Keris Jalak Sumelang Gandring Ageman Wuku Landep menciptakan salah satu kombinasi spiritual Jawa yang paling selaras dan berenergi tinggi. [1, 2] Kedua elemen ini memiliki keserasian mutlak karena sama-sama berakar pada konsep “Ketajaman Berpikir, Kejernihan Batin, dan Perlindungan terhadap Sesama.” itik Temu Filosofi: Makna “Landep” dan Esensi “Jalak”… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sempono Pamor Banyu Mili Era Pajajaran Sepuh Filosofi Keris Sempono (Sempana) Filosofi Keris Sempono berakar pada makna Supeno—visi, harapan, dan cita-cita luhur. Ia melambangkan dorongan batin manusia untuk senantiasa menuju kesempurnaan hidup melalui proses perbaikan diri yang berkelanjutan. Keris ini mengajarkan kebijaksanaan yang lahir dari introspeksi, kesabaran, serta ketekunan dalam menghadapi perjalanan hidup. Seperti… selengkapnya
Rp 3.300.000 Rp 4.155.000Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon Keris Tilam upih Keris Tilam Upih melambangkan ketenteraman batin, keharmonisan rumah tangga, dan kesederhanaan hidup. Dapur ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berawal dari hati yang tenang, keluarga yang rukun, serta kemampuan menerima hidup apa adanya dengan rasa syukur. Makna Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah/selubung)… selengkapnya
Rp 3.000.000 Rp 3.555.000Keris Brojol Pamor Sumur Bandung Era Pajajaran Filosofi Keris Dapur Brojol Secara harfiah, nama Brojol berasal dari bahasa Jawa yang berarti keluar atau lahir. Filosofi Keris dapur Brojol berakar pada harapan akan kemudahan dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam proses kelahiran, tumbuh kembang, serta kelancaran rezeki. Pusaka ini melambangkan awal kehidupan yang bersih, proses yang dimudahkan,… selengkapnya
Rp 2.500.000 Rp 3.111.000Keris Ageman Senin Legi Panji Anom Keris Panji Anom merupakan salah satu pusaka yang sarat akan makna filosofi Jawa, melambangkan kecukupan rezeki, kewibawaan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Bagi pemilik weton Senin Legi, keris ini sering dikaitkan dengan karakter yang lembut, penyabar, mudah bergaul, memiliki jiwa sosial tinggi, serta mampu menjadi penengah dalam berbagai… selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Putut Sajen Jumbo Pamor Batu Lapak Putut Sajen Filosofi Keris Putut Sajen: Cikal Bakal Pusaka Nusantara yang Sarat Makna Spiritual Keris Putut Sajen dikenal sebagai salah satu bentuk keris paling tua dalam perkembangan budaya Nusantara. Pusaka ini sering disebut sebagai prototipe atau cikal bakal dari berbagai bentuk keris modern yang kita kenal saat… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 7.100.000Keris Sabuk Inten Pamor Banyu Mili Ageman Weton Senin Wage Weton Kamis Wage dan Minggu Kliwon, dalam pandangan tradisi Jawa, sama-sama memiliki karakter yang kuat dalam kemauan dan kepekaan. Karena itu, filosofi Sabuk Inten terasa selaras: kuat dalam prinsip, tetapi tetap mampu mengendalikan diri dan tekun saat berproses. Sabuk Inten sendiri dalam tradisi dan kisah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Karno Tinanding Ageman Weton Jumat Legi Nama “Karno Tinanding” diambil dari kisah pewayangan Mahabarata, mencerminkan pertarungan legendaris antara dua saudara seayah (Karna dan Arjuna) yang berada di kubu berbeda demi menunaikan kewajiban hidup (dharma) mereka. Berikut adalah penjelasan filosofi Keris Karno Tinanding yang dikaitkan dengan karakter dan energi spiritual weton Jumat Legi: 1. Filosofi… selengkapnya
Rp 3.500.000Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Pamor Udan Mas dikenal dengan motif bulatan-bulatan yang menyerupai tetesan emas, sehingga sejak dahulu dimaknai sebagai simbol harapan akan rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan yang diperoleh melalui usaha yang baik. Dhapur Tilam Upih, salah satu dari empat pusaka Sapu… selengkapnya
Rp 3.500.000Brojol Pamor Melati Sinebar Ageman Weton Sabtu Legi Keris Dhapur Brojol dengan Pamor Melati Sinebar yang dipasangkan sebagai ageman (pusaka pegangan) untuk weton Sabtu Legi adalah kombinasi spiritual yang sangat anggun, berwibawa, dan menyejukkan. Paduan ini mempertemukan filosofi kesucian yang sederhana (Brojol), daya tarik sosial dan kelimpahan (Melati Sinebar), serta weton berkarakter pemimpin yang tangguh… selengkapnya
Rp 5.000.000







YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.