● online
- Keris Panji Pengantin Pamor Keleng Sepuh Langka Be....
- Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Ageman Weton Min....
- Keris Bethok Omyang Jimbe Pamor Beras Wutah....
- Keris Tilam Upih Pamor Tangkis Slewah Tangguh Tuba....
- Keris Sempaner Ageman Weton Selasa Legi Pamor Sing....
- Keris Jalak Sumelang Gandring Ageman Weton Selasa ....
- Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Mu....
- Jam Kayu Bentuk Sepeda....
Keris Jalak Ngore Ageman Weton Jumat Pahing Pawukuon Magtal
Rp 4.100.000 Rp 5.000.000| Kode | GT062 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Ngore |
| Pamor | : Segoro Muncar |
| Tangguh | : Amangkurat |
| Warangka | : Gayaman Solo Kayu Cendana |
| Panjang Bilah | : 33 cm |
| Pendok | : Blewah |
Keris Jalak Ngore Ageman Weton Jumat Pahing Pawukuon Magtal
Keris Jalak Ngore Ageman Weton Jumat Pahing Pawukuon Magtal

Pawukuwon adalah
Pawukon adalah: sistem penanggalan tradisional Jawa dan Bali yang bersifat sangat kompleks dan sarat makna filosofis. Sistem ini berputar dalam satu siklus sepanjang 210 hari, yang terdiri dari 30 wuku, dengan masing-masing wuku berlangsung selama 7 hari. Pawukon digunakan untuk menentukan waktu baik dan buruk, membaca watak serta kecenderungan seseorang berdasarkan hari kelahirannya, sekaligus menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pertanian, pernikahan, perjalanan, hingga laku spiritual.
Setiap wuku memiliki karakter, simbol, serta dewa pelindung tersendiri, yang dipercaya memengaruhi nasib, perilaku, dan perjalanan hidup manusia yang lahir di dalamnya. Oleh karena itu, pawukon kerap berfungsi sebagai horoskop tradisional Nusantara, sekaligus sebagai kalender adat yang sangat vital dalam budaya Jawa dan Bali.
Lebih jauh lagi, dalam tradisi tosan aji dan kepercayaan kejawen, setiap wuku juga dapat menjadi penentu ageman pusaka. Artinya, berdasarkan wuku kelahiran seseorang, dapat ditentukan jenis pusaka yang selaras untuk dimiliki atau dikenakan—baik itu keris, tombak, maupun pusaka lainnya, meliputi dhapur, pamor, tuah, hingga karakter energi pusaka tersebut. Keselarasan antara wuku, watak pemilik, dan ageman pusaka dipercaya mampu memperkuat tuah pusaka, menjaga keseimbangan batin, serta menghindarkan pemiliknya dari pengaruh yang kurang baik.
Dengan demikian, pawukon bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan sebuah panduan kosmologis yang menyatukan waktu, manusia, alam, dan pusaka dalam satu keselarasan hidup, sebagaimana diwariskan oleh leluhur Nusantara.
Keris Jalak Ngore
Filosofi keris Jalak Ngore melambangkan pencapaian kebahagiaan sejati, kemakmuran lahir batin, serta keadaan hidup yang terbebas dari beban dan keruwetan masalah. Makna ini mengajarkan laku kehidupan yang dijalani dengan hati yang lapang, sebagaimana burung jalak yang sedang ngore—bergerak bebas dan mengembangkan sayapnya. simbol kebebasan, kesiapan, dan keterbukaan dalam menyongsong kehidupan.
Lebih dalam lagi, filosofi Jalak Ngore menekankan pentingnya ketekunan, kesabaran, kepekaan rasa, kejujuran, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara ikhtiar manusia dan ketentuan takdir. Keris ini menjadi perlambang pribadi yang matang secara batin, tidak tergesa-gesa, namun selalu sigap membaca keadaan dan bertindak dengan penuh kesadaran.
Dalam tatanan pawukon, pusaka ini diyakini selaras dengan weton Jumat Pahing, wuku Magtal, yang mencerminkan karakter pribadi berjiwa kuat, tegas, berwibawa, namun tetap menjunjung kebijaksanaan dan kelapangan hati. Keselarasan antara watak pemilik dan energi pusaka tersebut dipercaya mampu memperkuat tuah Jalak Ngore sebagai ageman hidup, penuntun keseimbangan, serta sarana mencapai kemantapan dalam perjalanan kehidupan.

SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.
Tags: keris jalak ngore selaras dengan weton jumat pahing, pentingnya menentukan ageman pusaka sesuai weton kelahiran
Keris Jalak Ngore Ageman Weton Jumat Pahing Pawukuon Magtal
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 66 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Ageman Weton Seloso Pahing Keris Brojol Ageman Weton Seloso Pahing Keris Brojol dikenal sebagai salah satu bentuk keris yang memiliki filosofi kesederhanaan, kelancaran, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Bentuknya yang sederhana menjadi perlambang bahwa seseorang tidak perlu berlebihan dalam mengejar kehidupan, tetapi harus mampu menjaga hati, pikiran, dan perilaku agar tetap berada di… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Gumbeng Ageman Weton Selasa Wage Keris Gumbeng merupakan pusaka yang mencerminkan keteguhan hati, kesederhanaan, serta kekuatan batin dalam menjalani setiap fase kehidupan. Dalam khazanah perkerisan Jawa, Dhapur Gumbeng dikenal memiliki karakter yang tenang namun berwibawa, melambangkan pribadi yang tidak mudah goyah oleh keadaan dan mampu menghadapi setiap tantangan dengan penuh kesabaran serta kebijaksanaan. Bentuknya… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Kamis Pon Kombinasi Keris Tilam Upih dengan Pamor Melati Rinonce untuk pemilik Weton Kamis Pon merupakan perpaduan yang sangat ideal, terutama bagi mereka yang mengutamakan keluhuran budi, keharmonisan keluarga, dan kelancaran rezeki yang berkesinambungan di tahun 2026. Berikut adalah analisis kecocokannya secara filosofis: 1. Karakter Weton Kamis Pon Pemilik weton Kamis Pon memiliki Neptu 15 (Kamis 8… selengkapnya
Rp 2.000.000Kebo Lajer Pamor Triman Ageman Rebo Wage 1. Karakter keris Kebo Lajer Pamor Triman Rabu Wage Pemilik weton Rabu Wage memiliki Neptu 11. Karakter utamanya adalah: Waspada & Hemat: Mereka dikenal sangat berhati-hati dalam bertindak dan pandai mengelola keuangan. Sifat Setia: Memiliki loyalitas tinggi baik dalam pekerjaan maupun hubungan pribadi. Kekurangan: Kadang kala memiliki sifat pemalu atau merasa kurang percaya… selengkapnya
Rp 3.700.000Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris ini merupakan pusaka yang memiliki filosofi mendalam dalam tradisi Jawa. Kata Ageman bermakna pakaian atau pegangan hidup, sedangkan Dholog Wingit menggambarkan kewibawaan yang terpancar secara alami, memiliki daya tarik batin, serta memancarkan ketenangan yang membuat orang lain merasa segan dan hormat. Bagi… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Ageman Seloso Legi Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Dapur Brojol: Memiliki bentuk (dapur) yang sangat simpel dan polos tanpa ricikan rumit. Dapur ini menyimbolkan kelahiran kembali, kesucian, kemudahan dalam menghadapi permasalahan hidup, serta kelancaran rezeki bak bayi yang lahir dengan selamat. Pamor Tejo Kinurung: Menggambarkan pola garis membujur yang dikelilingi… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram Filosofi keris Nogo Sosro berakar dari simbolisme dua unsur penting: Nogo yang berarti naga, lambang kekuatan agung penjaga alam semesta, dan Sosro yang bermakna seribu, yakni perlambang penolak seribu bencana. Dalam tradisi Jawa, naga merupakan simbol pelindung, energi kosmis, dan penjaga keseimbangan. Maka, keris Nogo Sosro dipandang sebagai… selengkapnya
Rp 75.000.000 Rp 81.777.000Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Pamor Udan Mas dikenal dengan motif bulatan-bulatan yang menyerupai tetesan emas, sehingga sejak dahulu dimaknai sebagai simbol harapan akan rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan yang diperoleh melalui usaha yang baik. Dhapur Tilam Upih, salah satu dari empat pusaka Sapu… selengkapnya
Rp 3.500.000Maestro Keris Sengkelat Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Sultan Agung Filosofi Keris Sengkelat (Luk 13)Keris Sengkelat dengan 13 luk menjadi simbol perjuangan rakyat kecil yang merasakan kekecewaan (sengkel atine) terhadap penguasa yang tidak adil. Pusaka ini mengingatkan para pemimpin agar senantiasa peduli terhadap rakyatnya, menegakkan keadilan, dan memimpin dengan integritas. Lebih dalam, Keris Sengkelat juga… selengkapnya
Rp 6.000.000 Rp 6.999.000Tilam Upih Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Sabtu Kliwon Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen merupakan pusaka yang melambangkan perlindungan kuat terhadap ketenteraman rumah tangga. 1. Dhapur Tilam Upih Filosofi: Nama “Tilam Upih” merujuk pada alas tidur yang terbuat dari anyaman dedaunan, melambangkan ketenteraman, kebahagiaan keluarga, dan kesederhanaan hidup. Makna: Pusaka ini merupakan simbol doa agar pemiliknya dikaruniai kehidupan rumah tangga… selengkapnya
Rp 1.900.000









YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.