● online
- Keris Sengkelat Kulit Semangka Ageman Weton Jumat
- Asesoris Mendak Selut Hias Zirkon
- Keris Jalak Tilam Pamor Rajah Tangguh Tuban Mojopa
- Keris Carito Keprabon Luk 11 Tangguh Mataram Senop
- Tempat Air Mineral model Bonsai
- Keris Kebo Kantong Ageman Wuku Sinta
- Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Kamis Pon
- Keris Brojol Pamor Satrio Pinayungan Istimewa
Keris Brojol Pamor Kendit Tangguh Pajajaran
Rp 3.400.000 Rp 4.500.000| Kode | GT178 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Kuno |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Rajah Kendit |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Solo Kayu Timoho |
Keris Brojol Pamor Kendit Tangguh Pajajaran
Keris Brojol Pamor Kendit Tangguh Pajajaran

Keris Brojol
Filosofi Keris Brojol merepresentasikan kelancaran dalam segala urusan kehidupan, sebagaimana kata mbrojol yang berarti keluar atau terlahir dengan mudah. Pamor dan bentuknya dipercaya membawa energi kemudahan dalam menghadapi rintangan, mengurai kesulitan, serta membuka jalan agar setiap langkah hidup menjadi lebih terang dan jelas.
Bentuk keris Brojol yang lurus dan sederhana menyerupai bayi yang baru lahir, yang melambangkan kesucian, kemurnian niat, ketabahan, serta kepasrahan kepada Tuhan. Kesederhanaannya bukan sekadar bentuk, melainkan ajaran agar manusia kembali pada asalnya: rendah hati, jernih pikiran, dan bebas dari ego.
Selain itu, Brojol juga dipandang sebagai simbol kesadaran—kesadaran akan hakikat hidup, asal-usul, dan perjalanan batin manusia. Ia mengingatkan bahwa setiap awal kehidupan membawa potensi, kekuatan, dan kemungkinan, namun hanya akan berkembang jika dijalani dengan hati yang lurus, pikiran yang bening, serta berserah diri kepada kehendak Ilahi.
Dengan demikian, Keris Brojol bukan hanya pusaka, tetapi juga petunjuk spiritual yang mengajarkan kelurusan jalan, kesucian niat, dan keteguhan dalam menjalani hidup.

Filosofi Pamor Kendit pada Keris
Pamor Kendit dikenal sebagai motif yang menyerupai selendang atau sabuk pengikat di bagian pangkal bilah keris. Dalam tradisi Jawa, sabuk bukan hanya aksesori, tetapi simbol pengendalian diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Karena itu, pamor ini dimaknai sebagai representasi dari kemampuan seseorang untuk menahan hawa nafsu, menjaga sikap, serta mengendalikan kekuatan diri dalam menjalani kehidupan.
Selain menggambarkan kesederhanaan dan keteguhan hati, Pamor Kendit juga dipercaya membawa kewibawaan dan perlindungan bagi pemiliknya. Dalam kepercayaan tradisi Tosan Aji, pamor ini memiliki tuah untuk membantu dalam kelancaran rezeki, kestabilan hidup, serta ketegasan dalam mengambil keputusan.
Motif garis melengkung yang menghiasi pangkal bilah, menyerupai sabuk yang mengikat tubuh, menjadi pengingat bahwa keseimbangan batin adalah fondasi dari kekuatan sejati. Pamor Kendit juga mengajarkan konsep “gandeng renteng”, yaitu prinsip saling mendukung dan berjalan bersama untuk mencapai tujuan, baik dalam keluarga, hubungan sosial, maupun perjalanan spiritual.
Dengan demikian, Pamor Kendit bukan sekadar corak estetika pada sebilah keris—melainkan simbol kedewasaan jiwa, kesadaran diri (self-awareness), serta kemampuan menjaga harmoni antara niat, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui dokumentasi, riset, dan interpretasi tradisi, Satrova hadir untuk merawat ingatan kolektif bangsa: tentang budaya, pusaka, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Kami percaya bahwa heritage Nusantara bukan sekadar masa lalu—melainkan identitas, inspirasi, dan kebanggaan yang layak diteruskan kepada generasi masa kini dan masa depan.
Tags: Filosofi pamor rajah kendit, keris brojol pamor kendit, keris kuno era pajajaran
Keris Brojol Pamor Kendit Tangguh Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 58 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris ini merupakan pusaka yang memiliki filosofi mendalam dalam tradisi Jawa. Kata Ageman bermakna pakaian atau pegangan hidup, sedangkan Dholog Wingit menggambarkan kewibawaan yang terpancar secara alami, memiliki daya tarik batin, serta memancarkan ketenangan yang membuat orang lain merasa segan dan hormat. Bagi… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Sempono Ageman Weton Jumat Kliwon filosofi ketenangan jiwa, karisma kepemimpinan, dan pencapaian spiritual. Nama “Sempono” berasal dari kata Supeno yang berarti impian, visi, atau cita-cita luhur. Sementara jumlah luk 9 dalam kosmologi Jawa melambangkan kesempurnaan duniawi, kemapanan karismatik, serta tahapan tertinggi sebelum manusia berfokus penuh pada Sang Pencipta. Berikut adalah deskripsi filosofi mendalam dari… selengkapnya
Rp 4.500.000Jenis: Keris Luk 13 Dhapur: Sengkelat Pamor: Wos Wutah Tangguh: Mataram Senopaten Warangka: Gayaman Yogyakarta, Kayu Songgo Langit Deder/Handle: Banaran, Kayu Songgo Langit Mendak: Kendhit Bahan Kuningan
Rp 12.500.000 Rp 17.000.000Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk merupakan pusaka yang melambangkan kecerdasan, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Dhapur Carubuk dikenal memiliki filosofi tentang keseimbangan antara pikiran, hati, dan tindakan. Pusaka ini menjadi simbol pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin,… selengkapnya
Rp 6.500.000Keris Kebo Lajer Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Sabtu Pahing Keris Kebo Lajer Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Sabtu Pahing 1. Karakter Weton Sabtu Pahing Pemilik weton Sabtu Pahing memiliki Neptu 18, nilai tertinggi dalam perhitungan primbon Jawa. Karakter utamanya meliputi: Wibawa Besar: Dikenal sebagai “titisan raja” karena kepemimpinan dan keberaniannya. Tibo Dunyo: Memiliki potensi keberuntungan finansial yang sangat… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa Pon Keris Jangkung Pamor Wahyu Tumurun merupakan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, kewibawaan, serta datangnya berkah dan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Perpaduan Dhapur Jangkung dengan Pamor Wahyu Tumurun menjadikan keris ini sebagai simbol harapan akan kemudahan dalam meraih cita-cita, kehormatan, dan keberhasilan yang diraih melalui usaha, doa,… selengkapnya
Rp 3.500.000Pusaka Keris Putut Sajen Jumbo Pamor Batu Lapak Putut Sajen Filosofi Keris Putut Sajen: Cikal Bakal Pusaka Nusantara yang Sarat Makna Spiritual Keris Putut Sajen dikenal sebagai salah satu bentuk keris paling tua dalam perkembangan budaya Nusantara. Pusaka ini sering disebut sebagai prototipe atau cikal bakal dari berbagai bentuk keris modern yang kita kenal saat… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 7.100.000Keris Karno Tinanding Ageman Weton Jumat Legi Nama “Karno Tinanding” diambil dari kisah pewayangan Mahabarata, mencerminkan pertarungan legendaris antara dua saudara seayah (Karna dan Arjuna) yang berada di kubu berbeda demi menunaikan kewajiban hidup (dharma) mereka. Berikut adalah penjelasan filosofi Keris Karno Tinanding yang dikaitkan dengan karakter dan energi spiritual weton Jumat Legi: 1. Filosofi… selengkapnya
Rp 3.500.000Brojol Brahma Watu Ageman Senin Legi Keris Brojol Brahma Watu Adalah Ageman Senin Legi,keduanya menghasilkan keselarasan filosofi Jawa yang sangat mendalam. Titik Temu “Brojol” dan Weton “Senin Legi” (Kemurnian & Awal Mula) Dhapur Brojol (Kemurnian & Kelahiran): Nama Brojol berasal dari kata mbrojol (lahir/keluar). Keris berbilah lurus dan sangat simpel ini melambangkan kesucian bayi yang baru lahir,… selengkapnya
Rp 3.500.000Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi Keris Tilam Upih Pedaringan Kebak Ageman Weton Minggu Legi yang dimaknai sebagai simbol rumah tangga. Karena itu, keris ini banyak dikaitkan dengan seseorang yang sudah berkeluarga. Mengapa demikian? Karena sebuah keluarga yang bahagia bukan hanya tentang memiliki… selengkapnya
Rp 3.500.000










YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.