● online
- Keris Panimbal Ageman Weton Senin Wage....
- Keris Jalak Tilam Pamor Segoro Muncar Tangguh PB I....
- Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi....
- Pusaka Tongkat Komando Tombak Biring Era Majapahit....
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Kulit Semongko Sepuh....
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Weton Minggu Pahi....
- Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Ageman Seloso Leg....
- Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sa....
Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh PB Sepuh
Rp 8.050.000 Rp 9.000.000| Kode | GT114 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Sengkelat |
| Pamor | : Pendaringan Kebak |
| Tangguh | : Pakubuwono Sepuh |
| Warangka | : Ladrang Solo Kayu Timoho |
| Panjang Bilah | : 37 cm |
| Pendok | : Blewah Kuningan |
Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh PB Sepuh
Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh PB Sepuh

Keris Sengkelat Luk 13
Keris Sengkelat dengan luk 13 dikenal sebagai simbol perjuangan rakyat kecil yang terluka hatinya (“sengkel atine”) akibat ketidakadilan penguasa. Ia menjadi pengingat kuat agar pemimpin selalu peduli, berintegritas, dan menegakkan keadilan bagi rakyat.
Secara filosofis, Sengkelat juga melambangkan perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan (las-lasaning urip), sebuah proses spiritual untuk kembali menyatu dengan Tuhan. Maknanya berkaitan erat dengan harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta—konsep ketuhanan dan keseimbangan yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai Tri Welas.
Sebagai pusaka, keris Sengkelat mewariskan pesan moral bahwa kekuasaan sejati bukan untuk menekan, tetapi untuk melayani, serta bahwa suara rakyat yang sederhana dapat menjadi kekuatan besar ketika keadilan diabaikan. Ia merepresentasikan nilai-nilai luhur Jawa tentang kehidupan, kebijaksanaan, dan ketuhanan.
Keselarasan keris dengan Weton Kelahiran Rabu Legi
Karakter Rabu Legi – Wuku Prangbakat
Orang yang lahir pada Rabu Legi dalam Wuku Prangbakat umumnya memiliki watak tegas, berprinsip, dan peka terhadap keadilan. Mereka cenderung memiliki kepribadian yang kuat, mampu membedakan benar dan salah, serta tidak mudah goyah oleh tekanan luar. Ada bakat alami dalam menganalisa persoalan, mengatur strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.
Secara batin, mereka memiliki kehalusan rasa dan intuisi tajam, meski terkadang tampak pendiam atau menyimpan kekecewaan di dalam hati. Watak keras yang muncul biasanya bukan karena ambisi, tetapi karena ketidaknyamanan terhadap ketidakadilan. Rabu Legi Prangbakat juga membawa sifat mandiri, berani, jujur, dan memiliki daya juang tinggi, terutama saat membela pihak yang lemah.
Mereka sering dipercaya membawa pangaribawa (wibawa alami) dan kemampuan memimpin, namun tetap membutuhkan pengendalian diri agar tidak terjebak pada sikap keras kepala.

Pamor Pendaringan Kebak
Pamor Pedaringan Kebak dikenal sebagai simbol kemakmuran dan kelimpahan rezeki. Nama pedaringan berarti lumbung atau tempat penyimpanan beras, sementara kebak berarti penuh. Dengan demikian, pamor ini menggambarkan lumbung yang selalu terisi, sebagai doa agar pemilik keris tidak pernah kekurangan dalam hidupnya.
Secara filosofis, pamor ini juga menjadi pengingat tanggung jawab seorang kepala keluarga—khususnya laki-laki—untuk menjamin kecukupan sandang, pangan, dan papan bagi keluarganya. Ia memuat pesan moral bahwa kemakmuran bukan hanya soal mendapatkan rezeki, tetapi juga soal menjaga, mengelola, dan menunaikan amanah keluarga.
Secara visual, Pedaringan Kebak memiliki pola rumit dan penuh, menyerupai butiran beras tumpah seperti pamor wos wutah, namun lebih padat dan menutupi hampir seluruh bilah. Kerumitan ini menjadi simbol kekayaan lahir batin, sekaligus kerap dianggap memiliki tuah lebih kuat dibanding pamor wos wutah.
Dalam tradisi tosan aji, pamor ini dipercaya membawa kelancaran rezeki, keberuntungan, kecukupan, dan stabilitas ekonomi, menjadikannya salah satu pamor yang sangat dihargai dan dicari oleh para kolektor maupun kepala keluarga.
Satrova Culture
SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.
Tags: keris era pakubuwono sepuh, keris sengkelat pamor pendaringan kebak, Pusaka ageman weton rabu legi
Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh PB Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 74 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Bandotan Ageman Senin Wage Keris Bandotan Ageman Senin Wage Keris Bandotan merupakan salah satu bentuk keris yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa dengan karakter yang sederhana namun memiliki filosofi keteguhan, keberanian, dan daya juang yang tinggi. Dalam makna simboliknya, Keris Bandotan melambangkan sosok yang kuat menghadapi berbagai tantangan hidup, tidak mudah menyerah, serta memiliki… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu Kliwon Konon, dalam tafsir primbon Jawa ada empat weton yang dikenal memiliki kecenderungan bertindak sembrono, dan mudah gegabah dalam mengambil keputusan. Yaitu Sabtu Pahing, Selasa Wage, Rabu Pon, dan Minggu Kliwon. Lalu, mengapa para empu justru menghadirkan Pamor Singkir pada Keris Tilam Upih? Apakah hanya sebagai hiasan,… selengkapnya
Rp 3.800.000Brojol Pamor Melati Sinebar Ageman Weton Sabtu Legi Keris Dhapur Brojol dengan Pamor Melati Sinebar yang dipasangkan sebagai ageman (pusaka pegangan) untuk weton Sabtu Legi adalah kombinasi spiritual yang sangat anggun, berwibawa, dan menyejukkan. Paduan ini mempertemukan filosofi kesucian yang sederhana (Brojol), daya tarik sosial dan kelimpahan (Melati Sinebar), serta weton berkarakter pemimpin yang tangguh… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Ageman Wuku Warigalit Keris ini Simbol puncak kejayaan dan kemakmuran, yang dituangkan ke dalam sebilah keris.. Tilam upih secara harfiah sering dimaknai sebagai Gambaran keberkahan rezeki yang turun, dan membawa kemakmuran. Dhapur ini dikenal sebagai salah satu dhapur keris yang sarat dengan filosofi ketenteraman, keteduhan, dan kehidupan yang mapan…. selengkapnya
Rp 10.000.000Maestro Keris Sengkelat Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Sultan Agung Filosofi Keris Sengkelat (Luk 13)Keris Sengkelat dengan 13 luk menjadi simbol perjuangan rakyat kecil yang merasakan kekecewaan (sengkel atine) terhadap penguasa yang tidak adil. Pusaka ini mengingatkan para pemimpin agar senantiasa peduli terhadap rakyatnya, menegakkan keadilan, dan memimpin dengan integritas. Lebih dalam, Keris Sengkelat juga… selengkapnya
Rp 6.000.000 Rp 6.999.000Keris Sepang Ageman Weton Rabu Wage Keris Sepang Ageman Weton Rabu Wage Keris Sepang memiliki filosofi yang erat dengan makna keseimbangan, keteguhan hati, dan kemampuan menjaga hubungan yang harmonis. Dalam pemaknaan budaya Jawa, bentuk Sepang dapat dijadikan simbol dua sisi yang berjalan berdampingan, menggambarkan kehidupan yang selalu memiliki pasangan: siang dan malam, terang dan gelap,… selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Pasopati Kinatah Panji Wilis Pamor Segoro Muncar Keris ini memiliki keindahan yang memikat sejak pertama kali dipandang. Dari rancang bangun, pamor, dan bilahnya menghadirkan perpaduan harmoni yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga memancarkan wibawa dan keteduhan. Keanggunannya menjadikan keris ini layak dijadikan ageman bagi mereka yang memahami nilai-nilai filosofis di balik sebuah pusaka…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSTilam Upih Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Sabtu Kliwon Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen merupakan pusaka yang melambangkan perlindungan kuat terhadap ketenteraman rumah tangga. 1. Dhapur Tilam Upih Filosofi: Nama “Tilam Upih” merujuk pada alas tidur yang terbuat dari anyaman dedaunan, melambangkan ketenteraman, kebahagiaan keluarga, dan kesederhanaan hidup. Makna: Pusaka ini merupakan simbol doa agar pemiliknya dikaruniai kehidupan rumah tangga… selengkapnya
Rp 1.900.000Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram Filosofi keris Nogo Sosro berakar dari simbolisme dua unsur penting: Nogo yang berarti naga, lambang kekuatan agung penjaga alam semesta, dan Sosro yang bermakna seribu, yakni perlambang penolak seribu bencana. Dalam tradisi Jawa, naga merupakan simbol pelindung, energi kosmis, dan penjaga keseimbangan. Maka, keris Nogo Sosro dipandang sebagai… selengkapnya
Rp 75.000.000 Rp 81.777.000Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa Pon Keris Jangkung Pamor Wahyu Tumurun merupakan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, kewibawaan, serta datangnya berkah dan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Perpaduan Dhapur Jangkung dengan Pamor Wahyu Tumurun menjadikan keris ini sebagai simbol harapan akan kemudahan dalam meraih cita-cita, kehormatan, dan keberhasilan yang diraih melalui usaha, doa,… selengkapnya
Rp 3.500.000











YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.