● online
- Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu....
- Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sa....
- Keris Jalak Tilam Pamor Rajah Tangguh Tuban Mojopa....
- Kotak Tisu Persegi Motif Ukir....
- Pusaka Ageman Dalang Keris Pandawa Lare Luk 5 Sepu....
- Toples/Tempat Camilan Bentuk Buah....
- Keris Jalak Tilam Pamor Segoro Muncar Tangguh PB I....
- Pamor Simbang Raja Keris Jaran Guyang (Tejo Kinuru....
Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh Era Pajajaran
Rp 3.000.000 Rp 3.555.000| Kode | F075 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Sepuh |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Carita Genengan |
| Pamor | : Kulit Semongko |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Ladrang Surakarta Kayu Jati Doreng |
| Panjang Bilah | : 35 cm |
| Ageman Weton | : Kamis Pon |
Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh Era Pajajaran
Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh Era Pajajaran

Filosofi Keris Carita Genengan
Carita Genengan berasal dari kata Carita yang berarti lakon atau rangkaian perjalanan hidup, serta Genengan yang merujuk pada Gunungan dalam pewayangan—simbol jagad raya sekaligus perjalanan spiritual manusia. Keris ini melambangkan bahwa setiap insan menjalani kisah hidupnya masing-masing, dengan peran, ujian, dan pilihan yang telah digariskan, namun tetap dapat dimaknai dan dijalani dengan kesadaran diri.
Seperti Gunungan yang berbentuk meruncing ke atas, Keris Carita Genengan mengajarkan bahwa perjalanan hidup sejatinya adalah proses pendakian batin: dari hiruk-pikuk dunia menuju ketenangan dan kesempurnaan jiwa. Setiap tahap kehidupan menjadi pelajaran untuk menata diri, membersihkan rasa, serta menyelaraskan cipta, rasa, karsa, dan karya agar berjalan seiring dan seimbang.
Lebih dalam lagi, keris ini menjadi pengeling-eling bahwa kehidupan bukan sekadar tentang peran lahiriah, melainkan tentang laku batin dan tanggung jawab spiritual. Dengan kesadaran, kejujuran, dan ketekunan, manusia diharapkan mampu menjadikan setiap lakon hidup sebagai jalan pengabdian, hingga pada akhirnya mencapai kesatuan rasa dan tujuan tertinggi: mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Pamor Kulit Semangka pada Keris Jawa
Pamor Kulit Semangka pada keris Jawa memancarkan makna kelimpahan rezeki, ketenteraman batin, serta keluwesan dalam menjalani kehidupan. Coraknya yang berpola alami, menyerupai kulit semangka, melambangkan aliran berkah yang terus hadir tanpa putus, tumbuh dari kesabaran dan ketekunan dalam laku hidup.
Lebih dalam, pamor ini menjadi simbol kepercayaan diri yang teduh, bukan kesombongan, melainkan keyakinan yang lahir dari pemahaman diri dan pengalaman hidup. Pola pamor yang ini mengajarkan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan, serta kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri—luwes dalam sikap, namun tetap teguh dalam prinsip.
Dalam laku batin, pamor Kulit Semangka dipercaya membawa tuah keberuntungan yang menuntun pemiliknya untuk berpikir jernih, bersikap optimis, dan senantiasa menjaga keseimbangan antara usaha lahir dan ketenangan batin. Pamor ini menjadi pengeling-eling bahwa rezeki sejati tidak hanya berwujud materi, tetapi juga ketenteraman hati, kebijaksanaan rasa, dan kemampuan menjalani hidup dengan penuh syukur.

Tags: ageman weton kamis pon, filosofi luk 11, keris carita gemengan luk 11
Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh Era Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 38 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Ageman Wuku Warigalit Keris ini Simbol puncak kejayaan dan kemakmuran, yang dituangkan ke dalam sebilah keris.. Tilam upih secara harfiah sering dimaknai sebagai Gambaran keberkahan rezeki yang turun, dan membawa kemakmuran. Dhapur ini dikenal sebagai salah satu dhapur keris yang sarat dengan filosofi ketenteraman, keteduhan, dan kehidupan yang mapan…. selengkapnya
Rp 10.000.000Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit Keris ini merupakan pusaka yang memiliki filosofi mendalam dalam tradisi Jawa. Kata Ageman bermakna pakaian atau pegangan hidup, sedangkan Dholog Wingit menggambarkan kewibawaan yang terpancar secara alami, memiliki daya tarik batin, serta memancarkan ketenangan yang membuat orang lain merasa segan dan hormat. Bagi… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Panimbal Ageman Weton Senin Wage Keris Panimbal merupakan salah satu dhapur keris yang secara filosofis memiliki makna sebagai simbol penarik, pengumpul, dan penguat keberkahan dalam kehidupan. Nama “Panimbal” dapat dimaknai sebagai perlambang kemampuan untuk menerima dan mengelola berbagai hal yang datang, baik berupa rezeki, kesempatan, tanggung jawab, maupun hubungan dengan sesama. Jika dikaitkan dengan… selengkapnya
Rp 4.000.000Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Tilam upih udan Mas Ageman Weton Rebu Wage Pamor Udan Mas dikenal dengan motif bulatan-bulatan yang menyerupai tetesan emas, sehingga sejak dahulu dimaknai sebagai simbol harapan akan rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan yang diperoleh melalui usaha yang baik. Dhapur Tilam Upih, salah satu dari empat pusaka Sapu… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Brojol Pamor Blarak Sineret Ageman weton Selasa Legi Keris Brojol Pamor Blarak Sineret Ageman Weton Selasa Legi merupakan perpaduan pusaka yang sarat makna lahir dan batin. Dhapur Brojol melambangkan kelancaran jalan hidup, kemudahan dalam menembus rintangan, serta kemampuan untuk “membrojol” atau keluar dari kesulitan menuju keadaan yang lebih baik. Dalam filosofi Jawa, Brojol sering… selengkapnya
Rp 8.500.000Keris Jalak Tilam Pamor Segoro Muncar Tangguh PB IX Godong Pohong Apa Itu Pusaka Ageman? Pusaka Ageman adalah istilah dalam tradisi Jawa yang merujuk pada pusaka yang berfungsi sebagai “pakaian diri” atau kelengkapan batin, seperti keris, tombak, dan pusaka lainnya. Kata ageman sendiri berarti pakaian atau sesuatu yang dikenakan, namun dalam makna yang lebih dalam,… selengkapnya
Rp 12.333.000 Rp 16.000.000Weton Minggu Wage Wajib Memiliki Keris Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih: Pondasi Kehidupan Lurus bagi Weton Minggu Wage Keris Tilam Upih sejak lama dipandang sebagai lambang ketenteraman batin, keharmonisan rumah tangga, dan kesederhanaan hidup. Dalam tradisi Jawa, dapur ini dianggap sebagai pusaka induk pondasi awal yang menata kehidupan lahir dan batin sebelum seseorang melangkah… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 3.999.000Keris Sengkelat Pamor Akodiyat Tangguh Cirebon Sepuh Kuno Filosofi Keris Sengkelat Filosofi Keris Sengkelat Luk 13 mengandung makna yang sangat dalam dan menyeluruh, mencerminkan perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan spiritual yang dalam ajaran kejawen dikenal sebagai Las-lasaning Urip—yakni puncak kematangan batin, ketika manusia mampu memahami tujuan hidupnya dan menyelaraskan diri dengan kehendak Ilahi. Jumlah luk… selengkapnya
Rp 2.975.000 Rp 3.300.000Keris Tilam Upih Pamor Beras Wutah Ageman Weton Rabu Pahing keris tilam upih pamor beras wutah 1. Karakter Weton Rabu Pahing Orang yang lahir pada Rabu Pahing memiliki Neptu 16 (Rabu 7 + Pahing 9). Secara watak, mereka dikenal memiliki visi yang luas, tenang, namun sangat disiplin dan berwibawa. Sisi negatifnya terkadang merasa paling benar atau tinggi… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Jangkung Pamor Keleng Filosofi Keris Jangkung Pamor Keleng merupakan perpaduan antara harapan akan perlindungan Ilahi dan kemurnian hati pemiliknya. Keris ini umumnya memiliki Luk 3, yang melambangkan keberanian, ketangguhan, dan semangat juang dalam menghadapi tantangan hidup. Berikut adalah rincian filosofinya: 1. Dhapur Jangkung (Njangkung) Kata “Jangkung” berasal dari istilah Jawa njangkung, yang berarti melindungi, membimbing, atau mengayomi. Makna: Doa agar pemiliknya… selengkapnya
Rp 3.500.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.