● online
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Wengkon Isen Tangg....
- Brojol Brahma Watu Ageman Senin Legi....
- Keris Brojol Pamor Bendho Segodo Tangguh Madura Ko....
- Keris Jalak Ngore Pamor Wos Wutah Era Mataram Aman....
- Keris Carita Genengan Pamor kulit Semongko Sepuh E....
- Keris Kebo Kantong Ageman Wuku Sinta....
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Wetong Selasa Pah....
- Keris Carubuk Pamor Triman Toyo Mambek Tangguh Maj....
Keris Jalak Dinding Pamor Beras Wutah Tangguh Pajajaran
Rp 2.888.000 Rp 3.300.000| Kode | GT022 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Sepuh, Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Dinding |
| Pamor | : Beras Wutah |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Solo |
Keris Jalak Dinding Pamor Beras Wutah Tangguh Pajajaran
Keris Jalak Dinding Pamor Beras Wutah Tangguh Pajajaran

Filosofi Keris Jalak Dinding: Energi, Waspada, dan Hati yang Kokoh
Keris Jalak Dinding merupakan salah satu pusaka yang sarat makna, memadukan simbol kelincahan, kewaspadaan, serta kekuatan hati dalam satu wujud bilah. Secara filosofi, keris ini menghadirkan ajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan: penuh energi, peka terhadap perubahan, namun tetap memiliki pegangan yang kuat kepada Sang Pencipta.
Jalak, sebagai lambang utama, menggambarkan sifat burung jalak yang lincah, komunikatif, mudah beradaptasi, dan memiliki naluri tinggi terhadap bahaya. Burung ini dikenal mampu mencari makan di berbagai situasi, melambangkan seseorang yang mudah memperoleh rezeki, pandai bersosialisasi, serta terampil membaca keadaan.
Sementara itu, unsur “dinding” mengajarkan tentang keteguhan. Dinding adalah simbol kekokohan hati, konsistensi, dan keyakinan yang tidak mudah digoyahkan. Dalam konteks spiritual, hal ini menjadi pengingat agar manusia senantiasa menjaga hubungan dengan Tuhan, memiliki pendirian yang kuat, dan tidak mudah terseret arus negatif di sekitarnya.
Ketika kedua unsur ini berpadu, terciptalah filosofi yang indah: seseorang harus lincah dalam menghadapi hidup, namun tetap memiliki tembok batin yang kuat sebagai penjaga arah dan keyakinan. Kombinasi inilah yang menjadikan Keris Jalak Dinding istimewa dalam dunia perkerisan Nusantara.
Secara kepercayaan Jawa lama, keris ini juga selaras dengan karakter weton Minggu Pon. Weton ini dikenal memiliki energi yang stabil namun tajam, mudah beradaptasi, memiliki intuisi kuat, serta dibekali kewaspadaan alami. Kekuatan batin yang teguh serta jiwa yang komunikatif menjadikannya sangat sejalan dengan makna yang dibawa oleh Jalak Dinding.
Pada akhirnya, Keris Jalak Dinding bukan sekadar pusaka, tetapi cerminan pola hidup: bergerak lincah tanpa kehilangan arah, bersikap adaptif tanpa mengorbankan prinsip, dan tetap waspada tanpa kehilangan ketenangan hati.

Tags: ageman weton minggu pon, filosofi keris jalak dinding, makna pamor beras wutah
Keris Jalak Dinding Pamor Beras Wutah Tangguh Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 81 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Mahesa Lajer Pamor Dwi Warna Kul Buntet Beras Wutah Mahesa Lajer Filosofi keris Mahesa Lajer (Kerbau Lajer) melambangkan ketangguhan, etos kerja, dan kemakmuran.Nama dan bentuknya terinspirasi dari kerbau jantan yang kuat, hewan pekerja yang setia membelah tanah sawah demi keberlangsungan hidup keluarga. Dari sosok itulah lahir makna bahwa pemilik keris Mahesa Lajer diharapkan… selengkapnya
Rp 1.880.000 Rp 2.300.000Keris Carang Soka Luk7 Pamor Beras Wutah Tangguh Demak Keris Carang Soka Filosofi Carang Soka Luk 7 merupakan perpaduan makna antara dhapur Carang Soka “ranting yang bersedih” dan angka luk 7 (pitu) yang sarat nilai pitulungan, pituduh, dan pitutur.Carang Soka menggambarkan ranting yang tetap bertahan meski dilanda duka, sebuah simbol keteguhan hidup yang terus tumbuh… selengkapnya
Rp 2.300.000 Rp 2.750.000Pusaka Keris Sabuk Inten Era Mataram Sri Manganti Kuno TUS Dhapur Keris Sabuk Inten Luk 11 Keris Sabuk Inten memuat ajaran tentang kemuliaan hidup yang lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaan. Nama “Sabuk” melambangkan usaha dan tekad—sebuah gambaran tentang seseorang yang “mengencangkan ikat pinggang” untuk berjuang, bersungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah. Sementara “Inten” (intan)… selengkapnya
Rp 6.700.000 Rp 7.255.000Keris Brojol Pamor Bendho Segodo Tangguh Madura Koso Dhapur Keris Brojol Keris Brojol memiliki makna yang sangat khas dalam tradisi Jawa: ia melambangkan kelahiran kembali, kelancaran hidup, dan kembalinya manusia pada fitrah kesuciannya.Nama “brojol” sendiri berarti keluar dengan mudah—sebuah simbol harapan agar setiap urusan, baik pekerjaan, rezeki, rumah tangga, maupun proses persalinan, dapat berjalan lancar… selengkapnya
Rp 3.555.000 Rp 4.500.000Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu Kliwon Konon, dalam tafsir primbon Jawa ada empat weton yang dikenal memiliki kecenderungan bertindak sembrono, dan mudah gegabah dalam mengambil keputusan. Yaitu Sabtu Pahing, Selasa Wage, Rabu Pon, dan Minggu Kliwon. Lalu, mengapa para empu justru menghadirkan Pamor Singkir pada Keris Tilam Upih? Apakah hanya sebagai hiasan,… selengkapnya
Rp 3.800.000Brojol Brahma Watu Ageman Senin Legi Keris Brojol Brahma Watu Adalah Ageman Senin Legi,keduanya menghasilkan keselarasan filosofi Jawa yang sangat mendalam. Titik Temu “Brojol” dan Weton “Senin Legi” (Kemurnian & Awal Mula) Dhapur Brojol (Kemurnian & Kelahiran): Nama Brojol berasal dari kata mbrojol (lahir/keluar). Keris berbilah lurus dan sangat simpel ini melambangkan kesucian bayi yang baru lahir,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk merupakan pusaka yang melambangkan kecerdasan, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Dhapur Carubuk dikenal memiliki filosofi tentang keseimbangan antara pikiran, hati, dan tindakan. Pusaka ini menjadi simbol pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin,… selengkapnya
Rp 6.500.000Brojol Pamor Melati Sinebar Ageman Weton Sabtu Legi Keris Dhapur Brojol dengan Pamor Melati Sinebar yang dipasangkan sebagai ageman (pusaka pegangan) untuk weton Sabtu Legi adalah kombinasi spiritual yang sangat anggun, berwibawa, dan menyejukkan. Paduan ini mempertemukan filosofi kesucian yang sederhana (Brojol), daya tarik sosial dan kelimpahan (Melati Sinebar), serta weton berkarakter pemimpin yang tangguh… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Ageman Senin Legi Panji Anom Keris Panji Anom merupakan salah satu pusaka yang sarat akan makna filosofi Jawa, melambangkan kecukupan rezeki, kewibawaan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Bagi pemilik weton Senin Legi, keris ini sering dikaitkan dengan karakter yang lembut, penyabar, mudah bergaul, memiliki jiwa sosial tinggi, serta mampu menjadi penengah dalam berbagai… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo Ageman Weton Kamis Kliwon Keris Ageman Weton Kamis Kliwon Keris Tilam Upih adalah salah satu dhapur klasik yang melambangkan keteguhan, kesederhanaan, dan kemampuan menjaga amanah. Nama “Tilam Upih”—yang berarti tikar dari pelepah pinang—menyiratkan filosofi tentang penyangga hidup, tempat seseorang beristirahat dan menemukan ketenangan batin. Keris ini merepresentasikan pribadi yang… selengkapnya
Rp 2.750.000 Rp 3.444.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.