Beranda » Keris Weton Kelahiran » Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon
click image to preview activate zoom
Diskon
16%

Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon

Rp 3.000.000 Rp 3.555.000
Hemat Rp 555.000
KodeF196
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris Weton Kelahiran
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Tilam Upih
Pamor : Untu Walang
Tangguh : Madiun
Warangka : Ladrang Solo Kayu Trembalo
Panjang Bilah : 35,5 cm
Ageman Weton : Sabtu Kliwon
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Order Cepat
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon

Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon

Keris Tilam upih

Keris Tilam Upih melambangkan ketenteraman batin, keharmonisan rumah tangga, dan kesederhanaan hidup. Dapur ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berawal dari hati yang tenang, keluarga yang rukun, serta kemampuan menerima hidup apa adanya dengan rasa syukur.

Makna Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah/selubung) menyiratkan simbol tempat bernaung dan perlindungan, baik secara lahir maupun batin. Keris ini menjadi pengeling-eling agar manusia memiliki dasar hidup yang kuat: rasa aman, kecukupan, dan keteduhan jiwa sebelum mengejar pencapaian yang lebih tinggi.

Pamor Untu Walang

Keris berpamor Untu Walang menampilkan corak pamor yang menyerupai gigi belalang, tersusun tegas dan berirama di sepanjang bilah. Pamor ini tergolong langka dan lebih sering dijumpai pada keris-keris sepuh, terutama yang berdapur sederhana dan luhur seperti Tilam Upih, sehingga memiliki nilai sejarah, spiritual, dan estetika yang tinggi.

Secara filosofis, pamor Untu Walang melambangkan perlindungan, ketahanan, dan kekuatan spiritual. Seperti belalang yang mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi alam, pamor ini menjadi simbol daya juang, kewaspadaan, dan kemampuan bertahan menghadapi tekanan hidup. Susunan pamor yang tampak tegas mencerminkan benteng batin yang menjaga pemiliknya dari gangguan lahir maupun batin.

Pamor Untu Walang digarap dari perpaduan berbagai logam oleh empu dengan laku dan perhitungan khusus, menghasilkan corak yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga dipercaya membawa tuah keberuntungan dan keselamatan. Karena kelangkaannya serta makna tuah yang mendalam, keris berpamor Untu Walang menjadi buruan para kolektor dan pecinta pusaka, bukan semata karena keindahan, tetapi karena nilai filosofi dan daya spiritual yang menyertainya.

Dengan demikian, Keris Pamor Untu Walang bukan sekadar pusaka hias, melainkan simbol keteguhan batin, perlindungan diri, dan pengingat agar pemiliknya senantiasa waspada, kuat, dan bijaksana dalam menjalani perjalanan hidup.

Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keselarasan dengan Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang

Weton Sabtu Kliwon dikenal memiliki watak kuat, mandiri, berani, dan berjiwa kepemimpinan tinggi. Dalam tradisi Jawa, mereka kerap dijuluki Pakubumi—sosok penyangga kehidupan—karena ketulusannya dalam membantu dan melindungi orang lain. Karakter ini membuat Sabtu Kliwon tampak berwibawa, teguh pendirian, dan tidak mudah goyah oleh tekanan.

Di balik keteguhan tersebut, Sabtu Kliwon juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai: keras kepala, sulit memaafkan, cenderung angkuh, serta tidak suka diperintah. Kepekaan rasa yang tinggi menjadikan mereka sensitif, kreatif, dan komunikatif, namun bila tidak diimbangi kesadaran diri, emosi dapat mengeras dan menutup pintu kebijaksanaan. Rezekinya umumnya mengalir cukup lancar, tetapi diperlukan pengendalian diri agar tidak terjerumus pada sikap sombong atau hidup berlebihan.

Karakter ini memiliki keselarasan kuat dengan Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang. Dapur Tilam Upih berfungsi sebagai penyeimbang batin, menenangkan gejolak emosi, serta meneguhkan dasar hidup berupa ketenteraman, kesederhanaan, dan keharmonisan. Sementara itu, pamor Untu Walang melambangkan perlindungan, ketahanan, dan kewaspadaan, menguatkan sifat kepemimpinan Sabtu Kliwon agar tetap kokoh tanpa menjadi keras dan angkuh.

Dengan perpaduan tersebut, Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang dipercaya mampu menuntun pemilik weton Sabtu Kliwon untuk memimpin dengan hati yang teduh, bersikap tegas tanpa kehilangan welas asih, serta menjaga keseimbangan antara kekuatan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. Pusaka ini menjadi pengeling-eling agar potensi besar yang dimiliki Sabtu Kliwon dapat membawa manfaat dan keberkahan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.

Tags: , ,

Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 59 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: