● online
- Asbak Akar Kerajinan Kayu Jati....
- Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Kamis Pon....
- Jalak Tilam Sari Pamor Rajah Ageman Senin Pahing....
- Tongkat Kepala Naga....
- Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen Tangguh Tuban....
- Keris Tilam Upih Pamor Singkir Ageman Weton Minggu....
- Tempat Air Mineral model Bonsai....
- Palu Hakim Kayu Jati....
Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon
Rp 3.000.000 Rp 3.555.000| Kode | F196 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris Weton Kelahiran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Untu Walang |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Ladrang Solo Kayu Trembalo |
| Panjang Bilah | : 35,5 cm |
| Ageman Weton | : Sabtu Kliwon |
Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon
Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon

Keris Tilam upih
Keris Tilam Upih melambangkan ketenteraman batin, keharmonisan rumah tangga, dan kesederhanaan hidup. Dapur ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berawal dari hati yang tenang, keluarga yang rukun, serta kemampuan menerima hidup apa adanya dengan rasa syukur.
Makna Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah/selubung) menyiratkan simbol tempat bernaung dan perlindungan, baik secara lahir maupun batin. Keris ini menjadi pengeling-eling agar manusia memiliki dasar hidup yang kuat: rasa aman, kecukupan, dan keteduhan jiwa sebelum mengejar pencapaian yang lebih tinggi.
Pamor Untu Walang
Keris berpamor Untu Walang menampilkan corak pamor yang menyerupai gigi belalang, tersusun tegas dan berirama di sepanjang bilah. Pamor ini tergolong langka dan lebih sering dijumpai pada keris-keris sepuh, terutama yang berdapur sederhana dan luhur seperti Tilam Upih, sehingga memiliki nilai sejarah, spiritual, dan estetika yang tinggi.
Secara filosofis, pamor Untu Walang melambangkan perlindungan, ketahanan, dan kekuatan spiritual. Seperti belalang yang mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi alam, pamor ini menjadi simbol daya juang, kewaspadaan, dan kemampuan bertahan menghadapi tekanan hidup. Susunan pamor yang tampak tegas mencerminkan benteng batin yang menjaga pemiliknya dari gangguan lahir maupun batin.
Pamor Untu Walang digarap dari perpaduan berbagai logam oleh empu dengan laku dan perhitungan khusus, menghasilkan corak yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga dipercaya membawa tuah keberuntungan dan keselamatan. Karena kelangkaannya serta makna tuah yang mendalam, keris berpamor Untu Walang menjadi buruan para kolektor dan pecinta pusaka, bukan semata karena keindahan, tetapi karena nilai filosofi dan daya spiritual yang menyertainya.
Dengan demikian, Keris Pamor Untu Walang bukan sekadar pusaka hias, melainkan simbol keteguhan batin, perlindungan diri, dan pengingat agar pemiliknya senantiasa waspada, kuat, dan bijaksana dalam menjalani perjalanan hidup.

Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keselarasan dengan Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang
Weton Sabtu Kliwon dikenal memiliki watak kuat, mandiri, berani, dan berjiwa kepemimpinan tinggi. Dalam tradisi Jawa, mereka kerap dijuluki Pakubumi—sosok penyangga kehidupan—karena ketulusannya dalam membantu dan melindungi orang lain. Karakter ini membuat Sabtu Kliwon tampak berwibawa, teguh pendirian, dan tidak mudah goyah oleh tekanan.
Di balik keteguhan tersebut, Sabtu Kliwon juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai: keras kepala, sulit memaafkan, cenderung angkuh, serta tidak suka diperintah. Kepekaan rasa yang tinggi menjadikan mereka sensitif, kreatif, dan komunikatif, namun bila tidak diimbangi kesadaran diri, emosi dapat mengeras dan menutup pintu kebijaksanaan. Rezekinya umumnya mengalir cukup lancar, tetapi diperlukan pengendalian diri agar tidak terjerumus pada sikap sombong atau hidup berlebihan.
Karakter ini memiliki keselarasan kuat dengan Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang. Dapur Tilam Upih berfungsi sebagai penyeimbang batin, menenangkan gejolak emosi, serta meneguhkan dasar hidup berupa ketenteraman, kesederhanaan, dan keharmonisan. Sementara itu, pamor Untu Walang melambangkan perlindungan, ketahanan, dan kewaspadaan, menguatkan sifat kepemimpinan Sabtu Kliwon agar tetap kokoh tanpa menjadi keras dan angkuh.
Dengan perpaduan tersebut, Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang dipercaya mampu menuntun pemilik weton Sabtu Kliwon untuk memimpin dengan hati yang teduh, bersikap tegas tanpa kehilangan welas asih, serta menjaga keseimbangan antara kekuatan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. Pusaka ini menjadi pengeling-eling agar potensi besar yang dimiliki Sabtu Kliwon dapat membawa manfaat dan keberkahan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
SatrovaCulture.com adalah ruang digital yang menghadirkan kekayaan budaya dan warisan Nusantara, mulai dari sejarah, tradisi lokal, pusaka, hingga filosofi leluhur.
Tags: fkarakter weton sabtu kliwon, Keris Ageman Weton Sabru Kliwon, keris tilam upih pamor untu walang
Keris Tilam Upih Pamor Untu Walang Ageman Weton Sabtu Kliwon
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 72 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Kebo Lajer Pamor Triman Ageman Rebo Wage 1. Karakter keris Kebo Lajer Pamor Triman Rabu Wage Pemilik weton Rabu Wage memiliki Neptu 11. Karakter utamanya adalah: Waspada & Hemat: Mereka dikenal sangat berhati-hati dalam bertindak dan pandai mengelola keuangan. Sifat Setia: Memiliki loyalitas tinggi baik dalam pekerjaan maupun hubungan pribadi. Kekurangan: Kadang kala memiliki sifat pemalu atau merasa kurang percaya… selengkapnya
Rp 3.700.000Keris Jalak Sumelang Gandring Ageman Wuku Landep Keris Jalak Sumelang Gandring Ageman Wuku Landep menciptakan salah satu kombinasi spiritual Jawa yang paling selaras dan berenergi tinggi. [1, 2] Kedua elemen ini memiliki keserasian mutlak karena sama-sama berakar pada konsep “Ketajaman Berpikir, Kejernihan Batin, dan Perlindungan terhadap Sesama.” itik Temu Filosofi: Makna “Landep” dan Esensi “Jalak”… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sabuk Inten Pamor Ron Genduru Kinatah Panji Wilis Filosofi keris Sabuk Inten berpusat pada makna kekayaan batin dan kemuliaan hidup yang dicapai melalui kerja keras, ketekunan, dan kesederhanaan. Nama Sabuk Inten sendiri berasal dari dua unsur penting: sabuk, yang melambangkan usaha dan kerja keras—ibarat mengencangkan ikat pinggang sebelum berjuang—serta inten atau intan, yang menjadi… selengkapnya
Rp 12.300.000 Rp 15.000.000Keris Tilam Sari Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Minggu Pahing Kombinasi Keris Tilam Sari dengan Pamor Wengkon Isen merupakan ageman yang sangat harmonis bagi pemilik weton Minggu Pahing, baik dari sisi filosofi perlindungan maupun karakter personal. Filosofi Keris dan Pamor Keris Tilam Sari Pamor Wengkon Isen Ageman Weton Minggu Pahing Dhapur Tilam Sari: Melambangkan doa untuk keluarga… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Panimbal Ageman Weton Senin Wage Keris Panimbal merupakan salah satu dhapur keris yang secara filosofis memiliki makna sebagai simbol penarik, pengumpul, dan penguat keberkahan dalam kehidupan. Nama “Panimbal” dapat dimaknai sebagai perlambang kemampuan untuk menerima dan mengelola berbagai hal yang datang, baik berupa rezeki, kesempatan, tanggung jawab, maupun hubungan dengan sesama. Jika dikaitkan dengan… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa Pon Keris Jangkung Pamor Wahyu Tumurun merupakan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, kewibawaan, serta datangnya berkah dan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Perpaduan Dhapur Jangkung dengan Pamor Wahyu Tumurun menjadikan keris ini sebagai simbol harapan akan kemudahan dalam meraih cita-cita, kehormatan, dan keberhasilan yang diraih melalui usaha, doa,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk Ageman Weton Rabu Legi Keris Carubuk merupakan pusaka yang melambangkan kecerdasan, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Dhapur Carubuk dikenal memiliki filosofi tentang keseimbangan antara pikiran, hati, dan tindakan. Pusaka ini menjadi simbol pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin,… selengkapnya
Rp 6.500.000Keris Jangkung Pamor Keleng Filosofi Keris Jangkung Pamor Keleng merupakan perpaduan antara harapan akan perlindungan Ilahi dan kemurnian hati pemiliknya. Keris ini umumnya memiliki Luk 3, yang melambangkan keberanian, ketangguhan, dan semangat juang dalam menghadapi tantangan hidup. Berikut adalah rincian filosofinya: 1. Dhapur Jangkung (Njangkung) Kata “Jangkung” berasal dari istilah Jawa njangkung, yang berarti melindungi, membimbing, atau mengayomi. Makna: Doa agar pemiliknya… selengkapnya
Rp 3.500.000Ageman Minggu Legi Keris Korowelang Luk 13 Pamor Pancuran Mas Yasan Enggal Keris Korowelang Luk 13 Keris Korowelang memiliki keselarasan yang kuat dengan weton kelahiran Minggu Legi karena kesamaan nilai filosofis, watak, dan pesan spiritual yang dikandung keduanya. Weton Minggu Legi memadukan unsur Minggu (Radite) yang melambangkan kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab, dengan unsur Legi… selengkapnya
Rp 2.555.000 Rp 3.000.000Keris Sempono Ageman Weton Jumat Kliwon filosofi ketenangan jiwa, karisma kepemimpinan, dan pencapaian spiritual. Nama “Sempono” berasal dari kata Supeno yang berarti impian, visi, atau cita-cita luhur. Sementara jumlah luk 9 dalam kosmologi Jawa melambangkan kesempurnaan duniawi, kemapanan karismatik, serta tahapan tertinggi sebelum manusia berfokus penuh pada Sang Pencipta. Berikut adalah deskripsi filosofi mendalam dari… selengkapnya
Rp 4.500.000








YouTube
Whatsapp
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.